MALUKUnews, Masohi: Polres Maluku Tengah akhirnya menetapkan delapan tersangka terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) Negeri Pasanea, Karlutukara dan Gale-Gale.

Penetapan itu berlangsung dalam ekspose perkara yang digelar Penyidik bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, Senin, dua hari lalu.

Kasus tindak pidana dugaan korupsi DD di tiga negeri itu sebelumnya dilidik Polres Maluku Tengah pada awal tahun 2019. Berdasarkan rilis yang diterima, Malukunews.co, Rabu (30/09) delapan tersangka yang ditetapkan itu berkaitan langusung dengan dugaan korupsi DD Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale di Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah.

Kedelapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu di antaranya AW dan IM dari Negeri Pasanea,
MA, HA dan HR dari Negeri Karlutukara dan SW, M, SA dari Negeri Gale-Gale.

"Secara formil dan materil telah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan dana desa tiga Negeri tahun anggaran 2015 dan 2016 yang merugikan keuangan negara, sehingga mereka yang tadinya sebagai terlapor dan juga saksi, kami tetapkan sebagai tersangka," jelas Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi.

Dijelaskan, AW dan IM oleh penyidik disebut sebagai orang yang bertanggung jawab terkait korupsi dana desa Negeri Pasanea tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi BPKP sebesar Rp. 255.910.344.

Sementara itu ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Karlutukara tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp. 215.703.215.

Dan SW, M, dan SA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Gale-Gale tahun anggaran 2015 dan 2016 yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan jasil audit investigasi kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp. 268.574.993.

Selanjutnya, wanita yang dua kali jabat Wakapolres itu, menandaskan, kedelapan orang yang sebelumnya sebagai saksi perkara korupsi dalam waktu dekat akan diperiksa sebagai tersangka guna melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah.

"Kita sudah persiapkan, dalam waktu dekat akan kami panggil mereka untuk diperiksa dalam status sebagai tersangka," tandasnya. (Red)