MALUKUnews, Ambon: Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, menghimbau kepada media massa di Maluku, supaya objektif dan profesional dalam memberitakan terkait proyek Pematangan Lahan Tiakur di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Wagub mengatakan, pemberitaan media massa akhir-akhir ini sangat menyudutkan dirinya. “ Ini mereka (media massa) bicara, seakan-akan saya beri makan anak isteri dengan uang Rp.8 miliar itu. Benar anggaran (Rp8 Miliar) itu ada. Tapi hanya Rp.3 miliar yang dipakai untuk pematangan lahan. Sisanya tidak dikucurkan. Karena akibat dari pemberitaan dan aksi-aksi yang dilakukan. Lagipula itu bukan uang Pemerintah. Itu anggaran bantuan PT GBU,” kata Mantan Bupati MBD dua peride ini, seperti dilansir dari koran Spektrum, Jumat (13/12), lalu.

Kata Orno, pemberitaan kasus itu, imbasnya bukan hanya kepadanya, tetapi seluruh keluarga turut serta merasakan dampaknya, dengan menilai pemberitaan tersebut menyudukan dirinya secara pribadi.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat Maluku Barat Daya yang turut merasakan manfaat dari bantuan PT GBU saat itu, untuk menjelaskan masalah ini ke publik.

Dia mengklaim, kabupaten MBD yang kini sudah berkembang adalah hasil kerjanya selama menjadi Bupati MBD.

“ Saya tahu, ini kilas balik dari kepentingan politik di Maluku Barat Daya. Kalau ada bukti fisik, maka dibawa ke kejaksaan. Jangan bermain untuk menggiring opini publik. Saya merugikan negara di mana, kalau memang ada gratifikasinya?” tunjukkan. Tantang Orno seperti diberitakan koran Spektrum itu.

Jika bukti fisik itu ada, Wagub Maluku mempersilakan untuk dilaporkan ke penegak hukum. “Kalau ada buktinya. Tapi jangan main untuk menggiring opini publik. Kasian isteri dan anak anak saya menangis,” tuturnya dengan mimik sedih dan memerah. (Qin)