MALUKUnews, Ambon: Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alex Orno, dikecam menyusul dirinya melalui salah satu media online, menuding dr. Valda telah menyebar hoax terkait 2 orang warga MBD yang reaktif rapid test.

Tudingan Alex kepada dr. Valda itu tak beralasan dan dinilai hanya Asal Bunyi (Asbun) setelah Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab MBD, Alfons Siamloy, di salah satu media online, membenarkan, bahwa 2 orang warga MBD itu reaktif rapid test. ."Jadi dua orang tersebut reaktif atau belum 100 persen positif Covid-19," kata Siamloy.

Salah satu tokoh MBD, Kimdevits Marcus, kepada Malukunews.co, Selasa (26/05), sore, mengatakan, Alex Orno selaku legislator provinsi mestinya melihat persoalan yang terjadi di MBD itu secara konfrehensif dan substansial. Artinya, bahwa apakah hasil rapid test itu reaktif atau tidak, itu bukan soal inprosudural yang dilakukan oleh dr. Valda. “ Mestinya bung Alex itu menyoroti ada oknum mantan pejabat yang juga saat itu ikut di karantina namun tetap aktif menerima tamu. Mestinya ini yang disoroti bung Alex,” ujar Kimdevits.

Kimdevits mengatakan, ia kenal betul dr.Valda, bahwa moral pelayanan di bidang kesehatan dr. Valda sangat baik. Jadi kalau bung Alex yang nota benenya adalah anggota DPRD Maluku tiga periode ini memberikan pernyataan menyerang dr. Valda, dengan mengatakan menyebar hoax, maka itu artinya bung Alex tidak mengetahui kondisi kekinian yang terjadi di MBD. “ Sekda MBD selaku Ketua Harian Gustu Covid-19, sudah mengatakan, Pemda MBD saat ini sedang mencari carteran peswat untuk membawa hasil swab dua warga MBD itu ke Ambon. Itu artinya Pemda juga telah membenarkan pernyataan dr. Valda itu,” tegas Kimdevits.

Ada tudingan dr. Valda, menyampaikan rapid test ke sejumlah Kades di MBD itu tidak benar. Dokter Valda saat itu hanya menyamapikan secara moral, bahwa sejumlah warga para kades yang datang bertamu di tempat karantina itu sebaiknya ikut di rapid test. “ Himbauan moral dr, Valda itu saya rasa itu wajar-wajar saja,” ujar Kimdevits.

Selaku warga MBD, saya sarankan, sebaiknya bung Alex ikut berperan untuk mengedukasi warga MBD tentang bahaya Covid-19. “ Syukur-syukur kalau bung Alex bisa cari solusi untuk membantu Pemda MBD mencarter pesawat ke Ambon guna membawa hasil swab dua orang yang reaktif itu,” kata Kimdevits.

Lanjut Kimdevits, dalam aspek kemanusiaan bisa mengabaikan segala hal,termasuk hal-hal inprosudural seprti yang di tuduhkan kepda dr. Valda. “ Mestinya bung Alex sebagai wakil rakyat menyoroti hal-hal yang substansial, bukan hal inprosudural seprti ini,” cetus Kimdevits. (Qin)