MALUKUNEWS, Ambon: Untuk membangun pulau-pulau perbatasan, pemerintah pusat dalam programnya ke depan akan membangun dermaga bertaraf internasional di sejumlah daerah yang memiliki pulau-pulau terluar yang menjadi beranda depan negara.

Wakil Bupati Maluku Barat Daya Johanis Letelay di Ambon, kemarin,, menyatakan di antara pulau-pulau tersebut, Kisar termasuk salah satunya. ’’Jadi nanti akan dibangun dermaga internasional di Kisar yang menjadi pelabuhan transit menuju Australia maupun Timor Leste maupun dalam hubungan perekonomian dengan provinsi lain di Indonesia,’’ terangnya.

Konsekuensi dari pembangunan dermaga internasional tersebut, lanjut Letelay. Akan dibangun jalan-jalan nasional di pulau yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) itu. ’’Nantinya ini (program dimaksud) akan sinkron dengan upaya Pemkab MBD menjadikan Kisar sebagai kota pendidikan, kota wisata dan kota budaya,’’ ujarnya.

Disinggung soal anggarannya, Letelay menyebutkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. ’’Karena ini kebijakan Pempus, otomatis anggarannya juga dari pusat (APBN),’’ sambungnya. Pemkab MBD pun tengah membangun hubungan kerja sama dengan sejumlah investor untuk mengatasi minimnya sarana transportasi laut dan udara dari dan menuju wilayah perbatasan RI-Timor Leste dan Australia itu.

’’Ada tawaran beberapa investor asing, tapi kita masih membahasnya lebih lanjut di internal Pemkab. Tapi yang pasti tahun ini sesuai konfirmasi saya dengan Pak Gubernur, MBD akan dapat jatah kapal feri dan satu kapal perintis ,’’ kuncinya.

Indikator empiriknya sangat jelas, di mana dalam dua tahun terakhir, dermaga Kisar sudah disinggahi empat kali kapal pesiar Australia Orion I dan Orion II. Kedatangan mereka mengangkut lebih dari 100 turis asal Australia, Amerika Serikat, dan China. (ROS)