MALUKUnews, Saumlaki: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lorulun di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali membuka pelayanan kepada masyarakat umum.

“Sebelumnya pegawai diliburkan karena sesuai dengan hasil swab yang dikeluarkan oleh provinsi sekitar 20 pegawai terpapar COVID-19. Puskesmas ini pun dijadikan lokasi karantina mereka, sehingga kami tutup selama 10 hari hingga Sabtu, tanggal 12 November,” ucap Kepala Puskesmas (Kapus) Lorulun, Simon Fenanlampir, Jumat (18/12).

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan sterilisasi di seluruh areal puskesmas dan kembali siap melayani keluhan kesehatan masyarakat, kecuali terkait sistem Unit Gawat Darurat (UGD) dengan keluhan yang berat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P. P. Magretti.

Fenanlampir menjelaskan pihaknya masih belum bisa melayani pasien yang butuh pelayanan inap, karena status puskesmas masih sebagai puskesmas isolasi pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sesuai dengan petunjuk Bupati Tanimbar, Petrus Fatlolon, SH., MH pada 30 April 2020.

“Kami belum melakukan pelayanan rawat inap hingga menunggu status kami sebagai puskesmas isolasi dicabut dulu,” jelasnya.

Sebelumnya sebanyak 62 pekerja di puskesmas itu mengambil bagian dalam tes swab massal di Dinas Kesehatan Tanimbar sejak Sabtu, 21 November 2020.

Kemudian 20 perawat terkonfirmasi COVID-19 dan menjalani karantina terpusat. Saat dilakukan rapid tes, hasilnya sebanyak 15 orang diantaranya dinyatakan non reaktif, sehingga kembali bekerja. Sedangkan 5 pasien reaktif diarahkan menjalani karantina mandiri. (Nona)