MALUKUnews, Ambon: Kerusakan ekosistem di wilayah pesisir dan laut akan berdampak pada menurunnya produktivitas hasil laut yang menjadi sumber utama pendapatan nelayan. Oleh karena itu, Lanal Saumlaki bekerjasama dengan Destructive Fishing Watch (DWF-Indonesia) bersinisiasi dan menggandeng beberapa pihak melakukan Gerakan Bersih Pantai (Coastal Clean Up) di Pantai Lermatang (Kampung Lama) Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten MTB, kemarin.

Pantai Lermatang (Kampung Lama) Desa Lermatang dipilih sebagai lokasi gerakan bersih pantai karena potensi besar yang dimilikinya, salah satunya sebagai tujuan wisata dan sentra budidaya Rumput Laut. "Selain itu Pantai Lermatang (Kampung Lama) Desa Lermatang juga menjadi gambaran umum dari daerah pesisir dan kepulauan lainnya yang tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, masalah pencemaran yang terjadi di daerah pesisir dan laut secara langsung akan berakibat pada rusaknya ekosistem yang ada disekitarnya,” ujar Danlanal Saumlaki, Letkol Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, S.Sos yang ditemui di lokasi acara.

Ia juga menyatakan bahwa masalah pencemaran yang terjadi di daerah pesisir dan laut secara langsung akan berakibat pada rusaknya ekosistem yang ada disekitarnya.

Kegiatan bersih pantai ini merupakan salah satu upaya Lanal Saumlaki bersama Pemerintah Kabupaten MTB serta pihak swasta pemerhati lingkungan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem di wilayah pesisir dan laut. Tema yang diusung pada kegiatan ini yakni, ” Kita Tidak Pernah Mewarisi Alam ini dari Nenek Moyang Kita, Tetapi Kita Meminjamnya dari Anak Cucu Kita”. Dengan bertujuan menanamkan budaya bersih, cinta bahari pada generasi muda dan tidak menjadikan laut sebagai tong sampah, tetapi sebagai wahana mencari sumber kehidupan yang berkelanjutan dan harus dijaga kelestariannya selain itu juga sebagai langkah awal untuk membudayakan serta aksi masal kegiatan gerakan bersih pantai di Kabupaten MTB.

Tidak kurang dari 400-an peserta mengikuti kegiatan bersih pantai ini. Para peserta terdiri unsur dari Pangkalan TNI AL Saumlaki, Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Pemerintah Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Pemerintah Desa Lermatang, INPEX Corporation, Penyuluh Perikanan Bantu Maluku Tenggara Barat, Tanimbar Mengajar Maluku Tenggara Barat, SMPN Lermatang termasuk juga Unsur Masyarakat Desa Lermatang.

Semua peserta yang terlibat dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebar kebeberapa titik yang banyak terdapat sampah di Pantai Lermatang (Kampung Lama) Desa Lermatang.

Dihari yang sama di tempat yang berbeda yakni di Komplek perumahan Lanal Saumlaki dilaksanakan kegiatan menanam cabe & sayuran (tomat, sawi, kacang panjang & kangkung).

Kegiatan ini melibatkan prajurit Lanal Saumlaki dan anggota Jalasenastri Cabang 3 Korcab IX DJAT sebagai wujud mendukung program Pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan Nasional.

Strategi dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat, perlu dikembangkan antara lain melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang pada gilirannya apabila pekarangan tersebut dapat dioptimalkan fungsinya, maka hal tersebut diharapkan akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat.

Guna mendukung usaha optimalisasi pekarangan tersebut Lanal Saumlaki melaksanakan kegiatan menanam cabe dan sayuran (tomat, sawi, kacang panjang & kangkung) dengan memanfaatkan lahan pekarangan komplek perumahan dan Mess Lanal Saumlaki.

"Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam penanaman sayuran di pekarangan diantaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dikonsumsi juga dapat mempercantik halaman rumah” seperti yang disampaikan Danlanal Saumlaki, Letkol Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, S.Sos yang didampingi Ketua Cabang 3 Korcab IX Daerah Jalasenastri Armada Timur sesaat sebelum dimulainya acara penanaman tersebut. (Red)