MALUKUnews, Ambon: Tim advokasi hukum sekaligus tim pemenang pasangan calon Bupati dan wakil Bupati MTB, Dharma Oratmangun-Markus Faraknimela menuding ada permainan dari penguasa untuk menghalang-halangi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya. Akibatnya, berdampak pada perolehan suara pasangan dengan akronim DOA tersebut.

Ketua Tim Advokasi Pasangan DOA, Ronny Sianressy menilai, proses demokrasi yang berlangsung di Kabupaten MTB tidak bersih. Pasalnya, ribuan masyarakat dari seluruh kecamatan, tidak dapat memberikan hak pilihnya untuk menentukan pilihannya.

“Saat kita melakukan pemantauan di lapangan ternyata fakta yang ditemui sangatlah mengejutkan. Ribuan masyarakat tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Bukan karena tidak antusias, tetapi mereka dihalang-halangi,“ kata Sianressy kepada Siwalima melalui telepon seluler, Kamis (16/2).

Menurutnya, masyarakat sengaja dihalang-halangi oleh aparatur penyelenggara Pilkada yang berada di TPS-TPS. Olehnya itu, Sianressy menilai ada upaya secara sistematis dan terstruktur untuk membuat masyarakiat tidak dapat memberikan hak pilihnya.

“Kami menilai ada upaya terstruktur yang dibuat untuk menghambat masyarakat menentukan hak pilihnya,“ ujarnya.

Diungkapkan, suara yang ada di TPS-TPS, sampai saat ini tidak dapat masuk di KPUD. Penyebabnya, didesa-desa terpencil diseluruh kabupaten sekitar 20 ribuan masyarakat yang dihalangi untuk tidak mencoblos.

“Akibatnya masyarakat bersikeras untuk memberikan hak pilihnya. Jadi surat suara belum bisa diserahkan ke KPUD,“ ungkapnya.

Sianressy menambahkan, ribuan masyarakat yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya, akibat petugas penyelenggara pilkada memberikan alasan yang bermacam-macam . Misalnya tidak memiliki KTP, tidak terdaftar dalam DPT dan masih banyak alasan lainnya.

“Padahal masyarakat punya KTP nasional, Kartu Keluarga dan merupakan masyarakat asli MTB. Tetapi mereka dihalangi,“ ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenang Pasangan Calon Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly (FATWA), George Leasa menjelaskan sejauh ini berdasarkan perolehan data yang dikumpulkan oleh tim relawan, pasangan FATWA berhasil mengumpulkan 43 persen suara dan unggul dari dua pasangan calon lainnya.

“Pasangan FATWA kantongi 43 persen suara diikuti pasangan DOA dan pasangan POWER JUSTICE, “ ujar Leasa kepada Siwalima melalui telepon selulernya. (siwalima)