MALUKUnews, Ambon: Dalam rangka mencari informasi secara detail tentang ketersediaan lahan investasi di Maluku, maka layanan infor­masi investasi perlu disediakan dan didukung dengan sistem informasi geografis (SIG) penanaman modal.

Namun sayangnya, potensi data investasi daerah (PDID) Provinsi Maluku masihlah sangat minim. Padahal Maluku memiliki potensi Sumber Daya Alam yang sangat melimpah dan cukup menjanjikan untuk dikembangkan.

“Karena Maluku memiliki SDA yang melimpah dan perlu untuk diinventasikan, maka Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Satu Pintu (BPMD dan PSP) Maluku menyelenggarakan, sosialisasi penyusunan peta potensi investasi dan pembangunan SIG Penanaman Modal,” kata Gubenur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya yang dibacakan, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Roy Halattu, yang berlangsung di Marina Hotel, Selasa (12/5).

Menurutnya, informasi potensi penanaman modal, sejatinya merupakan kebutuhan bagi calon investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di suatu wilayah.

Para calon investor selalu mencari informasi secara detail, tentang ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan lahan investasi, status lahan, lokasi existing investasi, wilayah kehutanan, penggunaan dan penutupan lahan, kemampuan dan kesesuaian lahan serta semua data penting yang berhubungan dengan lokasi potensi wilayah penanaman modal.

“Provinsi Maluku sebagai wilayah yang aktif dan potensial untuk menarik investasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri, memerlukan data spasial berkesinambungan dalam segala bentuk, untuk menyusun perencanaan investasi, pelayanan investasi, serta monitoring dan evaluasi terhadap investor yang sudah ada,” kata gubernur.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana BPMD dan PSP Maluku, Robby Tomasoa, menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk mendapatkan layanan informasi yang akurat tentang potensi penanaman modal di Maluku.

“Sosialisasi ini sudah cukup lama di programkan tetapi baru bisa jalan. Sosialisasi ini perlu, karena untuk menarik investor datang menanamkan modal, perlu data-data yang akurat,” kata Tomasoa.

Dijelaskan, layanan informasi investasi yang didukung dengan SIG Penanaman Modal dapat menyediakan data dan informasi spasial dan non-spasial, mengenai aktivitas penanaman modal, serta data terkait lainnya yang ditampilkan dalam bentuk peta tematik.

“Di tahun 2015 ini kita bangun infrastrukturnya sementara lainnya akan dibangun pada 2016 nanti sebab itu butuh dialokasikan dalam APBD dan APBN agar kedepannya sistim informasinya betul-betul membantu investor yang berminat pada potensi SDA yang ada di Maluku,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi program ini, maka sistem Information Geo Special yang nantinya akan diprogramkan pada tahun 2016 nanti akan memberikan kemudahan bagi pemda dan investor untuk mengetahui potensi SDA di Maluku. (Siwalima)