MALUKUnews, Ambon: Disaat masyarakat Maluku meng­inginkan adanya salah satu putra terbaik didaerah ini untuk diakomodir masuk dalam kabinet Jokowi-JK untuk menjadi menteri, namun ada kalangan akademisi yang tak yakin.

Hal itu disebabkan elit politik lokal dae­rah ini terkesan saling menarik kepen­tingan atau mengganjal satu sama lainnya. Hal yang membuat nilai bergaining Maluku dimata nasional sangat lemah.

“Tetapi, harapnya jangan sekedar itu hanya untuk membuat orang Maluku jadi percaya diri. Karena saya tidak yakin bahwa orang Maluku akan diako­modir, karena secara politik bergai­ning orang Maluku dipusat lemah. Maka itu membuat saya tidak yakin,” kata Akademisi FISIP Unidar, Ali R Talaohu kepada Siwalima me­lalui telepon selulernya, Sabtu (15/8).

Dijelaskan, beberapa figur yang konon diusulkan gubernur untuk menjadi menteri seperti M Saleh Latuconsina (Mantan Gubernur Maluku), Brigjen (Purn) Karel Albert Ralahalu (Mantan Gubernur Maluku), Jenderal (Purn) George Toisuta (Mantan Kasad), Letjen (Purn) Suaidy Marasabessy (Man­tan Kasum TNI), Alex Retraubun (Wakil Menteri Perindustrian) dan Meilani Leimena (Wakil Ketua MPR) semuanya memiliki kapasitas untuk duduk di kursi anggota kabinet.

“Nama-nama yang sudah dika­barkan masuk dalam usulan guber­nur itu mereka semua punya kapa­sitas. Mereka semua sudah teruji pada level daerah maupun nasional,” jelasnya.

Talaohu mengaku bersyukur jika ada usulan agar putra Maluku ma­suk dalam cabinet mendatang sebab selama ini tak pernah diakomodir.

“Memang harus bersyukur ada usulan putra Maluku untuk menjadi menteri. Namun saya tidak yakin ini karena soal tawar menawar di level nasional. Maluku selama tidak ada nilai tawar menawar. Jika kita punya nilai tawar menawar politik bagus maka jatah menteri pasti ada. Tapi ini kan tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Dijelaskan, sulitnya menempatkan putra Maluku di kursi menteri karena para elit politik di daerah saling menjatuhkan, dan karena itu mem­buat nilai tawar politik lemah.

“Elit politik lokal itu saling men­jatuhkan, dan itu membuat tawar menawar menjadi lemah, pempus sudah mengetahui itu. Tetapi secara umum kita berharap sungguh su­paya Maluku diakomodir menterinya pada kabinet Jokowi-JK,” jelasnya.

Sementara itu, Senator asal Ma­luku,John Pieris yang dikonfirmasi Siwa­lima di Ambon, Sabtu (16/8) mengaku mendukung upaya agar ada putra terbaik Maluku yang duduk sebagai menteri pada kabinet yang baru.

“Jadi sudah saatnya ada keterwa­kilan putra Maluku masuk dalam kabinet dan siapapun orang yang dipilih oleh presiden terpilih harus didukung oleh semua lapisan masyarakat maluku,” tandasnya.

Pieris dirinya mengaku siap mendukung siap saja untuk menjadi menteri. “Prinsipnya mendukung siapa saja yang nantinya terpilih menjadi menteri karena mereka merupakan putra terbaik yang di Maluku namun semuanya kembali kepada kebijakan presiden terpilih,” jelas Pieries.

Ia menambahkan, keinginan menjadikan salah satu putra terbaik maluku sebagai menteri tentunya bukan keinginan sepihak namun itu keinginan seluruh masyarakat Maluku dan perlu untuk di respon pemerintah pusat.

Sebelumnya diberitakan, Guber­nur Maluku, Said Assagaff telah menyiapkan 15 nama calon menteri dan segera diusulkan ke Jokowi-JK.

Sumber Siwalima di Kantor Gubernur Maluku, menyebutkan ke-15 nama calon menteri itu dianta­ranya M Saleh Latuconsina (mantan Gubernur Maluku), KA Ralahalu (mantan Gubernur Maluku), Jende­ral TNI (Purn) George Toisuta (man­tan KSAD), Suaidi Marasabessy (mantan Kasum TNI), Alex Retrau­bun (Wakil Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu II) dan Meilani Leimena (Wakil Ketua MPR).

Bukan hanya Gubernur, namun DPD KNPI Provinsi Maluku juga telah mengusulkan empat putra daerah untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK.

Keempat putra daerah yang diusulkan yaitu Samuel Samson (Duta Besar RI Untuk Serbia), Ishak Latuconsina (mantan Duta Besar Indonesia untuk Pakistan), Alex Retraubun (Wakil Menteri Perindus­trian) dan Karel Albert Ralahalu (mantan Gubernur Maluku/Ketua DPD PDIP Maluku). (siwalima)