MALUKUnews, Ambon: Kebudayaan dan adat istiadat sebagai identitas diri secara perla­han mulai hilang bahkan mulai dilu­pakan oleh genereasi ke generasi. Hal ini dikarenakan tidak dita­namkan kebiasaan untuk mengenal adat istiadat dan kebudayaan sejak kecil secara turun temurun.

“Orang Maluku sendiri justru terjerumus dengan perkembangan jaman sehingga mereka lupa akan identitas mereka sebagai orang Maluku. Olehnya itu, mari kita satukan tekat untuk mengembalikan identitas diri kita sebagai orang Maluku yang penuh dengan kera­mah-tamahan dan sifat kebersamaan itu sendiri,” tegas Ketua Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LK­DM), Seinda Titaley saat membuka acara kelas budaya forum dialog simbol dan nilai menuju ketahanan adat-budaya masyarakat Siwalima yang berlangsung di lantai II Balai Kota Ambon, Senin, kemarin.

Titaley menandaskan, dialog meru­pa­kan bagian dari serangkaian ke­giatan kongres budaya Maluku yang baru pertama kali digelar di Maluku oleh LKDM. Untuk dikenal sebagai orang Maluku, biasanya digunakan melalui simbol atau tanda dan setiap simbol atau tanda itu memiliki arti tersendiri termasuk nama yang diberikan oleh orang tua kita.

“Kenapa orang harus membuat simbol seperti garis atau lingkaran atau titik karena itu merupakan jati diri kita untuk saling mengenal satu sama lain sebagai orang basudara di Maluku dan disetiap daerah itu memiliki simbol yang berbeda namun saling berkaitan satu dengan yang lain karena itulah identitas kita yang harus kita jaga,” ujar Titaley. (S5)