MALUKUnews, Ambon: Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Hendrik Lewerissa, mengatakan, pemerintah jangan gegabah dan terburu-buruh menerapkan kebijakan new normal. “ New normal hanya diterapkan jika direkomendasikan oleh para ahli pandemik atau ilmuwan yang memahami betul soal pandemi Covid-19 ini,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Maluku ini dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Minggu (31/05).

Lanjut Lewerissa, rekomendasi news normal kepada pemerintah itu harus berasal dari kalangan scientist, bukan dari kalangan politisi. Tentu setelah mengkaji secara seksama kondisi pandemik Covid 19 ini,” uarnya.

Negara-negara lain seperti Iran dan Korea Selatan yang kurva jumlah terjangkit Covid-19 nya sudah melandai saja, akan kembali menerapkan pembatasan yang ketat bagi warganyanya. Pasalnya ketika mereka longgarkan pembatasan sosialnya, angka yang terjangkit bertambah lagi.

“ Apalagi di Indonesia, setahu saya berdasarkan informasi dan data yang disampaikan oleh para ahli Pandemi, Indonesia belum sampai di posisi puncak (peak) dari pandemik ini apalagi menurun. Puncaknya saja belum,” ujar Lewrissa yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Maluku ini.

Hendrik mengatakan, ia bisa memahami kegelisahan pemerintah yang saat ini sudah sangat sulit untuk memperoleh pemasukan karena, kegiatan ekonomi rakyat praktis berhenti sementara. Tanggung jawab sosial negara kepada rakyat yang terdampak Covid-19 ini semakin besar. Mamau darimana lagi sumber pembiayaanya.

“ Jadi menerapkan kebijakan new normal dapat dipahami sebagai langkah keseimbangan yang akan diambil pemerintah. Kondisi secara nasional ini juga harus menjadi referensi bagi para kepala daerah agar tidak terburu buru melakukan relaksasi atau kelonggaran atas pembatasan sosial berskala besar, karena akibatnya bisa sangat fatal,” ujar Lewerissa. (Qin)