MALUKUnews.co, Jakarta: Industri berbasis teknologi dan digitalisasi diperkirakan akan menjadi engine of growth baru bagi masyarakat dunia, sehingga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) bertalenta dan technopreneur yang berdaya saing untuk berkiprah dalam industri tersebut.

Keterampilan digital diproyeksikan akan memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030. Sampai dengan tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM harus beriringan dengan pengembangan ekonomi digital yang mengedepankan inovasi sekaligus menyeimbangkan dinamika perubahan di sektor indsutri yang juga terus beradaptasi.

“Di era Industri 4.0 ini, bangsa Indonesia membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi akan perubahan, kreatif, inovatif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter. Kriteria ini akan sangat membantu ketika mendirikan usaha sendiri ataupun bekerja di tempat kerja,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya yang disampaikan secara daring pada acara Acara Tunggal Wisuda Sarjana Semester Genap TA. 2020/2021 Universitas Flores, Kamis (25/11).

Menko Airlangga juga menyampaikan agar generasi muda terus menumbuhkan rasa percaya diri untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun tingkat global. Dimana rasa percaya diri tersebut akan timbul seiring dengan keterampilan digital yang dimiliki.

Pemerintah juga terus mendukung upaya pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.

Pemanfaatan talenta digital tersebut juga akan berperan sebagai akselerator bagi aktivitas wirausaha dan mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.

Dukungan dalam pengembangan talenta digital dan digitalisasi UMKM juga dilakukan melalui pembentukan Gerakan Nasional Literasi Digital 2021-2024 yang berisikan Program Kegiatan Literasi di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Dalam mendukung upaya adopsi teknologi digital, Pemerintah gencar membangun Infrastruktur Digital seperti perluasan 4G, Data Center Pemerintah, dan 5G.

Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk senantiasa bekerjasama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika, dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Dalam hal ini, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan KUMKM.

Regulasi tersebut juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. “Saya juga berharap Universitas Flores dapat berkontribusi menjadi inkubator bisnis baru yang memiliki akreditasi B sehingga dapat membantu mencetak para wirausahawan baru,” jelas Menko Airlangga.

“Saya mengucapkan selamat atas kelulusan wisudawan/wisudawati Universitas Flores pada hari ini. Saya bangga dengan para lulusan yang baru ini dan diharapkan dapat mempertahankan semangat belajar terus-menerus atau life long learning, serta berinovasi untuk mendorong agar kita pulih dari pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Menko Airlangga. (ag/fsr/ekon.go.id)