MALUKUnews, Jakarta: Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pancasila (UP) bekerjasama dengan Technische Universtät (TU) Ilmenau di Jerman menggelar riset perspektif masyarakat terkait kondisi krisis virus corona (COVID-19) di Indonesia. Hasil riset menyatakan 72% responden menilai pemerintah kewalahan mengatasi Corona.

Dalam siaran pers yang diterima, Kamis (21/5/2020), tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat opini publik tentang krisis Corona pada umumnya dan bagaimana penggunaan media di masyarakat dapat mempengaruhi terbentuknya persepsi tentang krisis.

Penelitian ini menggunakan metode survei representatif nasional dan pengumpulan data dilakukan melalui aplikasi digital yang dilaksanakan oleh Jakpat Mobile Online Survey Indonesia. Periode pengumpulan data dilakukan pada tanggal 27 April -18 Mei 2020 dan menjangkau 1.100 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Pendanaan proyek kerjasama penelitian ini sepenuhnya berasal dari tiga institusi yang terlibat di dalam penelitian, dan tidak didanai oleh lembaga lain.

Riset memperlihatkan 70% responden menyatakan puas dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat dalam mengatasi permasalahan Corona. Namun hal ini sangat mungkin untuk berubah mengingat di saat yang bersamaan, 72% responden juga menilai bahwa pemerintah kewalahan dalam mengatasi permasalahan virus Corona di Indonesia.

Hasil riset juga memperlihatkan 87% responden merasa bahwa virus Corona membahayakan kesehatan mereka dan 65% responden merasa takut tertular. Selain itu, penelitian ini menemukan 86% responden di seluruh Indonesia mendukung kebijakan pelarangan mudik.

Namun demikian, mayoritas masyarakat mengakui pandemi virus Corona dan penanganannya dirasakan sangat mengganggu kondisi perekonomian mereka. Lebih dari 90% responden menyatakan bahwa kondisi perekonomian keluarga mereka terganggu karena adanya pandemi Corona. Meskipun begitu, hanya 32% responden yang merasa marah terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat mereka tidak bisa melakukan hal-hal yang biasanya mereka lakukan. (detik.com/MN)