MALUKUnews, Jakarta: Fraksi PKS DPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) kelistrikan, Selasa (10/12).

Diskusi yang berlansgung di Jakarta ini mengangkat tema “Listrik Untuk Kesejahteraan Rakyat” tersebut menghadirkan Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, Executive Vice President Tarif dan Pelayanan Publik PT. PLN (Persero), Tohari Hadiat, dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,Tulus Abadi.

Dalam kesempatan itu, Saadiah Uluputty meminta PLN untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di Provinsi Maluku.

“Rasio elektrifikasi di Maluku menurut data PLN sudah optimal sebanyak 97 persen. Sementara data Dinas ESDM masih dibawah itu. Fakta di lapangan bahwa listrik di Maluku belum baik,” papar Saadiah.

Menurutnya, selain kuantitas sambungan pelanggan, hal penting yang wajib diperhatikan PLN yaitu kualitas penyediaan listrik. Dia menyinggung listrik di beberapa tempat di Maluku yang belum stabil.

“Beberapa daerah masih mengalami pemadaman bergiliran. Di Maluku listrik dinikmati durasi 6 jam, ada juga 12 jam dan 24 jam hanya di pusat kota dan sekitarnya,” tandasnya.

Saadiah menambahkan, ada sejumlah desa di Maluku yang belum mendapat sentuhan elektrifikasi.

“Di Maluku dari 1.198 desa di provinsi Maluku, sebanyak 970 desa yang baru teraliri listrik. Sementara 228 desa belum teraliri listrik,” bebernya.

Penyediaan listrik oleh negara kepada rakyat dinilai belum maksimal, padahal PLN menargetkan di tahun 2019 rasio elektrifikasi nasional mencapai 99 persen. (Red)