MALUKUnews.co, Jakarta: Untuk kali keempat, Bawaslu meraih penghargaan hubungan masyarakat (humas/public relations) dari PR Indonesia. Ketua Bawaslu memberikan apresiasi atas penghargaan ini sekaligus berharap bisa menjalin sinergi dengan media massa lebih baik.

Bawaslu meraih penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) kategori lembaga negara terpopuler di media cetak tahun 2020. “Saya kira ini keberhasilan kita bersama yaitu seluruh jajaran dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan jajaran pengawas ad hoc (sementara) yang sudah melakukan tugas-tugas pengawasan pada Pilkada 2020 maupun Pilkada 2019,” katanya saat menyaksikan acara penghargaan melalui kanal yotutube PR Indonesia Magazine yang disiarkan secara langsung dari Lantai 2 Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Abhan memberikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan PR Indonesia. “Sudah beberapa kali Bawaslu mendapatkan penghargaan ini dari berbagai kategori terpopuler. Harapan kami tentu dengan penghargaan ini bisa memberikan motivasi terus agar lebih baik, bekerja, dan mengawal demokrasi dan menyampaikan informasi kepada publik tentang pengawasan pemilu atau pemilihan,” jelas dia.

Selain itu, Abhan berharap ke depan bisa menjadlin sinergi penginformasian kerja Bawaslu dengan media massa. Menurutnya, awak media merupakan bagian sahabat Bawaslu. “Media massa merupakan mitra penting. Tentu Bawaslu tak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan kawan-kawan media massa. Harapannya bisa terjalin sinergi lebih baik dengan media massa, terlebih menjelang persiapan Pemilu Serentak 2024,” tutur salah satu dari 100 tokoh inspiratif Jawa Tengah (Jateng) yang diabadikan dalam bentuk buku tahun lalu tersebut.

Perlu diketahui, tahun ini pagelaran PRIA merupakan acara keenam. Menurut pendiri PR Indonesia, Asmono Wikan PRIA merupakan ajang kompetisi tahunan untuk kehumasan (public relations) paling komprehensif se-Indonesia. “Kali ini kami bekerja sama dengan PT Isentia daam melakukan monitoring pemberitaan ratusan korporasi, lembaga negara hingga pemerintah daerah di 24 koran nasional, 40 koran daerah dan 110 majalah mainstream di Indonesia. Kami menghimpun data sepanjang 1 Januari – 31 Desember 2020 untuk mencari yang terpopuler," sebutnya. (bawaslu.go.id)