MALUKUnews.co, Ambon: Virus Corona atau Covid-19 hingga kini belum juga teratasi. Bahkan dikabarkan, di Belanda penularan virus saat ini makin menggila, padahal sebagian besar warga orang dewasa di negara itu sudah di vaksin.

Seperti di kutif dari detik.com, Kamis (15/11), menyebutkan, pemerintah Belanda akan mengumumkan langkah-langkah baru pada Jumat (26/11) untuk mengatasi lonjakan infeksi virus Corona yang kian membebani rumah sakit.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Kamis (25/11/2021), meskipun sekitar 85 persen populasi orang dewasa Belanda telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19, kasus baru mencapai rekor tertinggi 23.709 kasus dalam 24 jam pada hari Rabu (24/11) waktu setempat. Demikian menurut data resmi pemerintah Belanda.

Angka mingguan yang dirilis pada hari Selasa (23/11) juga telah menunjukkan peningkatan hampir 40 persen dalam jumlah kasus dalam seminggu terakhir.

"Tingkat infeksi lebih tinggi dari sebelumnya," kata Menteri Kesehatan Hugo De Jonge dalam sebuah surat kepada parlemen. "Penerimaan rumah sakit terus melebihi harapan dan kita belum melihat yang terburuk," imbuhnya.

De Jonge mengatakan panel ahli kesehatan pemerintah akan memberikan saran kebijakan baru pada hari Kamis (24/11) waktu setempat dan keputusan akan menyusul pada hari Jumat (25/11) waktu setempat.

Jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit Belanda telah mencapai tingkat yang tidak pernah terlihat sejak awal Mei. Para ahli telah memperingatkan bahwa rumah sakit akan mencapai kapasitas penuh dalam waktu kurang dari seminggu jika virus tidak terkendali.

Setelah mengakhiri sebagian besar langkah jarak sosial pada akhir September lalu, pemerintah Belanda bulan ini memperkenalkan kembali pemakaian masker. Pemerintah juga memberlakukan lockdown parsial yang membuat toko-toko non-esensial di Belanda diwajibkan tutup pada pukul 18.00. Sementara restoran, bar, kafe dan toko esensial seperti supermarket harus ditutup pukul 20.00.

Untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, pemerintah Belanda telah berencana memberlakukan pembatasan lebih lanjut. Namun, rencana itu memicu kerusuhan tiga malam mulai Jumat (19/11) lalu, dan lebih dari 170 orang telah ditangkap di kota-kota di seluruh negeri.

Rencana pemerintah tersebut termasuk membatasi akses ke banyak tempat umum untuk orang-orang yang telah divaksinasi atau baru saja pulih dari COVID-19. (MN/detik.com)