MALUKUnews.co, Banten: Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyebutkan tingginya penanganan pelanggaran soal netralitas aparatur sipil negara (ASN) menunjukan kerja divisi penanganan pelanggaran Bawaslu cukup efektif.

"Dalam catatan kita (Bawaslu) angka pelanggaran netralitas ASN mencapai angka cukup tinggi ini menunjukan bahwa kerja-kerja kelembagaan kita cukup efektif dalam melakukan penanganan pelanggaran netralitas ASN," kata Dewi saat membuka FGD Penyusunan NSPK Tindak Lanjut Pelanggaran Kode Etik dan Pelanggaran Perundang-undangan, Senin (29/3/2021) malam.

Menurut Dewi, Bawaslu memiliki pengalaman dalam menangani pelanggaran netralitas ASN, meski masih banyak hal yang perlu didiskusikan agar lebih baik lagi, terlebih dalam menghadapi Pemilu 2024.

"Beberapa rekomendasi yang diteruskan ke ASN mendapatkan respon yang cukup baik, bahkan telah tuangkan dalam perjanjian kerja sama anatara Bawaslu dan Komisi ASN," ujarnya.

Perlu diketahui soal pelanggaran netralitas ASN, Bawaslu telah mengeluarkan 1562 rekomendasi yang diteruskan kepada Komisi ASN. (bawaslu.go.id)