MALUKUnews.co, Jakarta: Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menilai program peningkatan kapasitas perempuan untuk mendaftar dan mengikuti proses seleksi menjadi anggota penyelenggara pemilu periode 2022-2027.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pembukaan pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan untuk Mendaftar dan Mengikuti Proses Seleksi Menjadi Anggota Penyelenggara Pemilu 2022-2027, Senin (27/9/2021) hasil kerja sama antara Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI dengan dukungan penuh Pemerintah Australia Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dan Internasional Foundation For Electoral Systems (IFES).

Dewi menceritakan pengalamannya kala mengikuti pelatihan tersebut pada 2016 lalu. Dia merasa, pelatihan tersebut berdampak positif ketika dirinya mengikuti seleksi untuk menjadi komisioner Bawaslu untuk tingkat pusat. Di mana, ungkapnya, dirinya harus bersaing dengan mayoritas pesertanya adalah laki-laki, akan tetapi berbekal mengikuti pelatihan ini, dirinya menjadi optimis.

"Pelatihan ini kita ditempa bagaimana perempuan juga bisa setara dengan laki-laki," ujar Dewi.

Selain itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu tersebut menambahkan, pelatihan ini dapat membentuk relasi yang saling menguntungkan demi demokrasi yang lebih baik. "Sehingga pelatihan ini membuat kami makin paham akan perjuangan nilai-nilai perempuan," tegasnya.

Sebelumnya Anggota KPU Viryan Azis memgatakan dari total 2376 jumlah anggota KPU seluruh Indonesia, ada sebanyak 488 perempuan di dalamnya arau sekitar 16,7 persen tersebar di 32 daerah.

"Artinya sudah ada kesetaraan gender dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia," pungkasnya. (bawaslu.go.id)