MALUKUnews, Jakarta: Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengapresiasi penerbitan buku yang berjudul 'Pilkada Serentak, Hubungan Pusat & Daerah dan Kebijakan Penanganan Covid-19. Buku ini ditulis oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Ni'matul Huda.

Menurutnya, buku ini dapat menguraikan fenomena yang terjadi dalam kurun satu tahun kebelakang tentang pengendalian penanganan covid-19 yang dilakukan Pemerintah. Sebab, dia melihat tetap dilaksanakannya Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19 memang perlu mendapat pandangan dari para akademisi.

"Buku ini dapat dijadikan jejak sejarah bahwa dari adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan beberapa tatanan berantakan termasuk dengan ketatanegaraan," tutur Fritz dalam Webinar Bedah Buku di Jakarta, Rabu (3/3/2020).

Dalam pemaparannya, dia menyampaikan catatan diantaranya buku ini perlu mendapat pengembangan. Alasannya, buku ini hanya membahas baru di tahap persiapan sampai mulai kebijakan politik hingga adanya kesepakatan penyelenggaraan Pilkada tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

"Ya ini belum sampai pembahasan bagaimana evaluasi penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Belum menuliskan soal kampanye, distribusi logistik dan lainnya ini bisa dikembangkan," kata lelaki asal Medan itu.

Fritz juga memandang buku ini bisa menjadi pembuka jalan bagi cendekiawan yang ingin menyambung atau meneruskan topik ini sehingga pembahasan bisa menjadi lebih komprehensif dan dapat menjadi sebuah renungan bagi penyelenggaraan Pilkada yang akan datang.

"Saya ucapkan selamat, masih banyak sebenarnya persoalan tata kenegaraan yang masih perlu kita diskusikan, untuk pelaksanaan Pilkada ke depannya. Ini sebuah tantangan," kata Koordinator divisi hukum, humas dan datin Bawaslu ini. (bawaslu.go.id)