MALUKUnews.co, Jakarta: Bawaslu terus berupaya melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengawasi tahapan pemilu dan pilkada. Kali ini Bawaslu mengajak kelompok disabilitas dan Kementerian Sosial (Kemensos) selaku pihak yang menaungi disabilitas untuk menjalin kerja sama dalam mengawasi tahapan pemilu.

Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, La Bayoni menuturkan, Kemensos memiliki jajaran yang banyak mulai dari provinsi sampai ke kabupaten kota. Jajaran tersebut baginya bisa dilibatkan dalam pengawasan pesta demokrasi. Sehingga diperlukan kerja sama untuk saling berikan informasi dan bantu dalam melancarkan pengawasan pemilu.

"Kami menyadari jumlah pengawas pemilu kami sedikit. Maka kami ajak Kemensos dan kelompok disabilitas untuk awasi pemilu,” ucap Deputi Bidang Dukungan Teknis, La Bayoni di Gedung Kemensos, Rabu, (30/6/2021).

La Bayoni menambahkan, saat ini proses kerja sama masih dalam tahap awal. Lalu akan berlanjut dalam proses menyepakati poin-poin kerja sama. Nantinya akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Ketua Bawaslu dan Menteri Sosial.

“Kami sudah surati Kemensos. Jika poin-poin sudah disepakati segera akan dibuatkan MoU,” terangnya.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Teknologi Kemensos, Andi Zainal Abidin Dulung menyambut baik ajakan Bawaslu. Dalam waktu dekat akan ada perkembangan dari penjajakan yang dilakukan hari ini.

“Kami akan sampaikan ke menteri. Setelah itu, kami rumuskan bentuk kerja sama yang akan dituangkan,” ujarnya. (bawaslu.go.id)