MALUKUnews.co, Jakarta: Pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (8/9) malam mengabarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan penanganan medis di RSPP Pertamina, Jakarta Selatan. Pada Kamis (9/9) pagi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) langsung merespons kabar tersebut dan menyatakannya sebagai hoaks.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri masih dalam keadaan sehat, energik dan selalu bersemangat. "Jadi yang berulang kali melempar hoaks Ibu Mega sakit itu sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada," kata Hasto dalam keterangan, Kamis (9/9).

Hasto mengatakan, hingga Rabu (8/9) malam atau pukul 21.00 WIB Megawati masih memberikan arahan terkait program kerakyatan PDIP. Pada kemarin pagi, Hasto menceritakan, ketika ia menghadap, Mega mencermati situasional terkait pandemi dan juga politik internasional.

Menurut Hasto, Mega memiliki kebiasaan menjaga kesehatan yang baik, termasuk rajin berolahraga. Atas tradisi hidup sehat jasmani dan rohani serta olah pikir dan olah rasa, Megawati memiliki memori dan stamina yang baik.

Hasto membandingkan bahwa Dalam hal memori dan stamina, Hasto mengatakan, ia kalah dengan Megawati. "Ibu Megawati merupakan sosok politisi yang memiliki tradisi kontemplasi. Kebiasaan beliau bercocok tanam memberi oksigen bagi kehidupan dilakukan dengan penuh rasa cinta," katanya.

Hasto mengatakan, seluruh kader PDIP selalu siap menghadapi serangan fitnah dan hoaks yang ditujukan ke partai dan ketua umum dengan penuh kesabaran dan keyakinan.

Dia melanjutkan, kabar bohong itu tidak akan menggoyahkan karakter berpolitik partai yang mengedepankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan sosial.

"Politik membangun peradaban menjadi tema sentral PDI Perjuangan. Seluruh gerak kemanusiaan dan kerakyatan Partai tidak terpengaruh oleh berbagai fitnah dan hoaks," katanya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira juga mengklarifikasi kabar Mega dirawat di rumah sakit. "Saya enggak pernah dengar informasi itu (Bu Mega dirawat)," kata Andreas kepada Republika. (MN/republika.co.id)