MALUKUnews.co, Jakarta: Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin ingin panduan kinerja yang dirancang oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu tidak kaku dan bisa terus berkembang setiap waktu.

"Jangan banyak isi daftar kata-kata saja, tetapi tidak ada isinya. Harus ringkas dan jelas untuk kita turunkan kepada seluruh jajaran Bawaslu di daerah," katanya dalam diskusi kelompok terpumpun Rancang Bangun Kelembagaan Puslitbangdiklat Bawaslu RI Tahap II di Bogor, Rabu (22/4/2021) malam.

Dikatakan Afif, salah satu tugas Puslitbang adalah meningkatkan kapasitas Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Agar kapasitas seluruh jajaran Bawaslu merata sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan ketika melakukan kerja-kerja pengawasan maupun penanganan pelanggaran. "Ini tugas yang tidak mudah, namun saya yakin kita pasti bisa melalui berbagai rintangan dan tantangan untuk meningkatkan kapasitas jajaran Bawaslu," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar ingin Bawaslu berhenti belajar dari luar negeri. Baginya, sekarang saatnya Bawaslu memberikan contoh kepada negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Thailand, Singapura, Filipina dan Malaysia. Karena banyak persoalan atau kasus dalam setiap tahapan yang diawasi oleh Bawaslu. Persoalan tersebut belum tentu dijumpai di negara lain yang menggelar pemilu.

"Mereka bisa belajar dari persoalan IKP, DPT atau hak pilih. Maka perlu ada publikasi yang berbahasa asing," terangnya. (bawaslu.go.id)