MALUKUNEWS, Piru: Hujan deras yang terus meguyur Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku sejak beberapa pekan terakhir menyebabkan arus lalu lintas di daerah itu terhambat. Hujan dengan itensitas tinggi itu telah mengenangi jalan utama dari Kecamatan Huamual menuju Piru, ibu kota kabupaten SBB.

Reporter Moluken.com Opan, yang meliput langsung genangan air di wilayah Desa Luhu, Kamis (25/07), melaporkan, ketinggian air yang menggenangi jalan raya itu mencapai 2 meter. Akibatnya menghambat para pejalan kaki maupun pengendara roda dua maupun roda. Arus lalu-lintas pun menjadi macet.

Warga Desa Luhu berusaha untuk membuat jalur transportasi itu dengan cara swadaya membuat rakit untuk mrngangkut setiap kendaraan yang melintas. Setiap kendaraan dikenakan biaya sebesar Rp. 20 ribu untuk kendaraan roda empat, Rp. 10 ribu untuk kendaraan roda dua dan untuk pejalan kaki sebesar Rp. 2 ribu untuk sekali menyeberang.

Terkait masalah tersebut, salah satu Tokoh Pemuda Desa Luhu, M. Roem Suneth, mengatakan, Pemkab Seram Bagian Barat harus secepatnya melakukan langkah penanggulangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat genangan air itu. Jalur jalan yang tergenangi air itu merupakan jalan utama warga di Kecamatan Huamual untuk menuju pusat kota kabupaten.

“Pemerintah jangan hanya tinggal diam melihat kondisi desa kami. Sebab ini sudah merupakan yang kedua kalinya terjadi sejak awal Agustus tahun lalu. Namun langkah penanggulangan dari Pemda setempat tak pernah ada. Hanya warga setempat saja secara gotong royong melakukan perbaikan itu,” cetus Suneth. (Opan)