MALUKUnews.co, Ambon: Dewan Pengurus Daerah Garda NKRI Maluku meminta Bupati Seram Bagian Barat (SBB), M. Yasin Payapo untuk mencopot Anis Tappang dari jabatannya sebaagi Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam rulisnya yang diterima Malukunews.co, Senin (05/04), Ketua Umum Garda NKRI Maluku, Sugiarto Solissa mengatakan, hal yang membuat Garda NKRI bersuara keras adalah soal hak-hak tenaga kesehatan di 17 Puskesmas yang belum memperoleh haknya, dan hal ini sangat fatal.

Lanjut Solissa, para tenaga Kesehatan yang tersebar di 17 Puskesmas yang ada di SBB dengan jumlah dikisaran 50 orang. “ Para pegawai ini mereka selalu berada di garda terdepan dalam melawan Corona Virus Deseas (Covid) 19, namun hak mereka hingga saat ini belum diberikan,” ujar Solissa.

“ Kami memperoleh informasi, 17 Puskesmas di SBB itu belum terima dana Covid-19 sejak bulan September hingga Desember 2020. Bahkan sampai hari ini pun, belum juga mereka terima dana itu, namun ada dugaan pada laporan lembaran kegiatan sudah diterima,” ucap Solissa.

Bayangkan saja, lanjut Solissa, kalau 17 Puskesmas yang ada di SBB, tenaga kesehatan yang berhak dapat itu berjumlah 50 orang, dengan total yang harus diperoleh tiap bulan itu 3 - 5 juta, jadi hitung saja berapa ratus juta yang raip di makan “tikus”, tegas Solissa.

“ Dengan alas an yang sudah kami sampaikan itu, maka dengan tegas kami meminta Bupati SBB untuk segera mencopot Anis Tappang dari jabatannya sebagai kadis Kesehatan. Alasannya, karena kinerja Tappang dinilai telah merusak citra kepemimpinan Bupati Yasin Payapo,” ujarnya. (Mar)