MALUKUnews, Ambon: Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Muhammad Yasin Payapo, mengatakan, korban jiwa akibat dampak gempa yang semula dilaporkan hanya 11 orang, kini bertambah menjadi 20 orang.

Hal ini disampikan Payapo di Posko Penanggulangan Dampak Bencana Maluku di Aula Korem 151 Binaya, yang didampingi Kepala BNPB, Doni Munardo dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Rabu (09/10).

“ Di wilayah saya itu hingga hari ini sudah 20 orang yang meninggal dunia akibat gempa bumi,” ujar Payapo.

Kata Payapo, sebanyak 7 orang meninggal pada hari pertama gempa magnitudo 6,8, pada Kamis pekan lalu. Kemudian, selebihnya meninggal saat dirawat di rumah sakit dan di sejumlah lokasi pengungsian.

Dari data yang diperoleh, dampak kerusakan akibat gempa di Seram Bagian Barat menyebabkan 1.901 rumah rusak. Dari jumlah itu, sebanyak 230 di antaranya rusak berat.

Adapun, fasilitas pemerintahan yang rusak berjumlah 9 unit. Kemudian, fasilitas kesehatan 10 unit termasuk RSUD Piru. Berikutnya, fasilitas pendidikan yang rusak berjumlah 46 unit. Selain itu, 31 rumah ibadah rusak.

Adpaun jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian hingga kini mencapai 127.000 jiwa. (Qin)