MALUKUnews, Piru: Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Hena Puan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat di Piru, Senin (31/08).

Kedatangan Alinasi Pemuda Hena Puan ini dalam rangka menanyakan perkembangan laporan pengaduan terkait dugaan kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) Buano Utara yang mereka layangkan ke kantor kejaksaan ini beberapa waktu lalu.

Laporan Aliansi Pemuda Hena Puan ini terkait adanya dugaan korupsi ADD/DD yang terjadi di Desa Buano Utara Tahun 2015,2016 dan 2017, yang ditaksir menelan kerugian negara sekitar Rp. 300 juta.

Ketua Aliansi Pemuda Hena Puan, A. Hitimala, yang ditemui Malukunews.co di kantor Kejari itu, mengatakan, mereka juga melaporkan dugaan kasus korupsi ADD/DD Tahun 2019 yang menelan kerugian negara hingga mencapai miliaran rupiah. “ Kami punya data bahwa, ada 22 item pekerjaan yang tidak dikerjakan alias diduga fiktif.

Sementara itu, Kasi Intelejen Kejari SBB, Harius Praganata SH, MH, yang ditemui mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dugaan korupsi ADD/DD Buano Utara dari Aliansi Pemuda Hena Puan itu. “ Laporan tersebut kini kami sedang pelajari. Nantinya kami akan mengambil keterangan dari masing-masing pihak. Kami juga mau sampaikan, bahwa ada mekanisme yang dilalui dalam penanganan kasus ini,” ujar Praganata. (Yas)

Tonton vidionya di MALUKUNEWS TV, klik saja disini: https://www.youtube.com/watch?v=gT9qOu8AbXk&t=3s