MALUKUnews.co, Ambon: Proyek pengadaan kapal cepat milik Pemerintah Daerah (Pemda) Seram Bagian Barat (SBB) senilai Rp. 7,1 milyar, tahun anggaran 2018 hingga akhir tahun 2021 ini tak kunjung ada.

Kapal cepat tersebut dikabarkan dikerjakan di salah satu galangan kapal yang ada di Tangerang, Jakarta.

Seperti telah diberitakan Malukunews.co sebelumnya, bahwa beberapa hari lalu, hampir semua anggota DPRD SBB berangkat ke Jakarta untuk melihat langsung kondisi kapal cepat bernilai miliaran rupiah itu. “ Kondisi kapal itu, maaf saya tidak bisa sampaikan disini pak,” ujar salah satu anggota DPRD SBB yang juga ikut dalam rombongan itu kepada Malukunews.co, Jumat (26/11).

Beberapa kali anggota dewan ini minta namanya untuk tidak dipublikasi. Boleh saya sampaikan keterangan tapi jangan sebut nama saya dalam berita ya,” ujarnya singkat.

Saat didesak Malukunews.co untuk membeberkan fakta yang terjadi saat kunjungannya di Jakarta itu, lagi-lagi ia tak mau banyak bicara. Ia hanya mengatakan dengan nada mengancam, bahwa jika sampai akhir bulan Desember 2021 ini, kapal cepat itu belum juga berada di Piru, maka, kami dari komisi III DPRD SBB akan merekomendasi masalah ini kepada pihak kepolisian dan kejaksaan untuk diusut. “ Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus pengadaan kapal cepat ini harus segera periksa. Nanti dari komisi kami yang mengeluarkan rekomendasi kepada aparat penegak hukum,” tegasnya. (Mar)