MALUKUNEWS, Ambon: Sejumlah Negeri (Desa) di Kecamatan Taniwel Bagian Pegunungan, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terkesan kurang diperhatikan oleh Pemda setempat. Pembangunan infrastruktur di wilayah ini kurang dihiraukan, terutama infrastruktur jalan sehingga mengakibatkan aktifitas masyarakat pun terganggu.
Sejumlah Negeri di Taniwel yang kurang diperhatikan itu adalah, seperti Negeri Laturake, Buria, Riring, Rumahsoal, Niniari dan Negeri Lohia. Masyarakat yang hidup di wilayah ini kini mengelami penderitaan yang berkepanjangan. Hal ini karenakan kondisi infrakstruktur jalan yang menghubungkan desa-desa sekitarnya rusak parah. Salah satu Tokoh Pemuda Taniwel, Ferry Kasale, mengatakan, akibat infrastruktur jalan yang tidak memadai membuat aktivitas masyarakat pun terhambat. Jika menyangkut urusan transportasi maupun aspek lainya seperti perputaran roda ekonomi, pelayanan kesehatan dan sebagainya sangat sulit dirasakan. Faktanya jika ada warga di wilayah tersebut yang menderita sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka mereka harus memikul warga yang sakit itu menempuh jarak puluhan kilo meter (km) menuju Puskesmas Taniwel yang ada di kota kecamatan tersebut. “ Ini sangat ironi sekali,” ucap Kasale seperti tertulis dalam rilisnya yang dikirim ke Moluken.com, Senin (19/08).
Untuk di ketahui, selama jalan di pegunungan itu rusak parah sampai hari ini, tidak ada langkah-langkah penanggulangan dan perbaikan oleh pemerintah kabupaten setempat. Bahkan penderitaan rakyat yang sangat berkepanjangan itu juga tidak pernah di gubris oleh pihak Pemkab Seram Bagian Barat. “ Rasa-rasanya rakyat kami di sana belum mersakan kemerdekaan seperti warga negara lainya di republik ini. Kami anggap kondisi ini sebagai model penjajahan baru, yang di lakukan di negeri kita sendiri,” kata Kasale dengan tegasnya. Seharusnya kondisi ini tidak bisa di biarkan terus-menerus, ini sangat tidak manusiawi. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat jangan menutup mata. Karena itu kami mendesak Bupati Seram Bagian Barat Jakobis Putileihalat serta jajarannya untuk segera melihat kondisi ini. Setidaknya ada langkah-langkah kongkrit dari pihak pemkab dalam rangkah penanganan dan perbaikan kondisi jalan yang sudah rusak berat tersebut. Bukan hanya melihat penderitaan masyarakat deng sebelah mata seperti ini. “ Bayangkan saja, kalau kondisi ini terus di biarkan, maka apa jadinya dengan kehidupan masyarakat di sana kami ini. Sangat memperihatinkan sekali. Kami minta Pemkab SBB jangan main-main soal ini,” cetus Kasale. (Tiar)