Oleh : KISMAN LATUMAKULITA ( Caleg DPR RI Partai NasDem Dapil Maluku )

MALUKUnews: Sebagai anak yang ditakdirkan Allah SWT lahir dari rahim mama Hj. Abaria Pulu Hatumena dan bapa almarhum H. Usman Latumakulita, keduanya dari Suku Alune, beta kadang-kadang iri, cemburu, dengki, hasad, dan merasa diperlakukan seng adil jika melihat susunan kabinet,para menteri di Orde REFORMASI ini. Bagaimana seng iri, cemburu atau gundah-gulana, sejak B.J. Habibie jadi presiden, Gus Dur, Megawati hingga SBY satu tahun lagi berakhir masa jabatan presidennya, seng ada satupun putra Maluku yang dipercaya pemerintah pusat untuk menjadi anggota kabinet atau menteri.

Kenyataan ini berbeda sekali langit dan bumi dibandingkan Aceh dan Papua. Di Orde Reformasi ini sudah ada tiga putra Aceh yang menjadi menteri. Ada Sofyan Djalil bekas Menteri Infokom dan Menteri BUMN, Darwis Abubakar bekas Menteri BUMN dan sekarang Azwar Abubakar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Begitu juga dengan Papua, Fredy Numberi, bekas Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perhubungan, dan sekarang Balthazar Kambuaya, yang menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Anehnya, setiap pencopotan menteri asal aceh diganti juga dengan putra Aceh. Begitu pula dengan menteri asal Papua diganti dengan putra asal Papua

Padahal sumberdaya manusia, putra-putra Maluku, kalo beta seng sombong tergolong hebat dan jago alias seng bego-bego amat. Pengakuan kehebatan putra Maluku ini bukan dari beta pribadi, tetapi diakui oleh negara. Ada nama-nama seperti Jendral TNI (Purn) Goerge Toisutta, yang pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, ada Letnan Jendral TNI (Purn) Suaidy Marasabessy, mantan Kasum TNI atau orang nomor dua di Markas Besar Tentara Negeri ini, serta ada juga Letnan Jendral TNI (Purn) Marinir Nono Sampono, mantan Dan Paspampres, Gubernur AAL, Komandan Korps Marinir TNI AL, Irjen Mabes TNI AL, dan terakhir Kepala Badan Sar Nasional atau Basarnas.

Untuk pangsionan bintang dua, ada Max Tamaela, Frengky Kaihatu, Ade Picolima, Ishaq Latuconsina, Peter Wattimena, One Leatemia dan lainnya. Sedangkan dii panggung politik, politisi sekaliber Max Sopacua, Fredy Latumahina. Sementara di jajaran birokrasi, ada Alex Retraubun, Saleh Latuconsina dan Rektor Unpatti Tamy Fentury, Dekan Pasca Sarjana Unpatti Tiny Pariela

Untuk menjadi KSAD, George Toisuta yang lulusan Akabri tahun 1976 itu tergolong manusia sangat sangat dan sangat luar biasa, karena Goerge harus menyisihkan hampir 500 orang lulusan Akabri Darat tahuh 1976, 1977 dan 1978 untuk menjadi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat. Begitu juga dengan Suaidy Marasabessy, untuk menjadi manusia nomor dua Markas Tentara Indonesia, bukanlah hal yang gampang. Sebab Suaidy yang lulusan terbaik Akabri Darat tahun 1971 atau peraih Pedang ADIMAKAYASA itu harus menyisihkan sejumlah perwira terbaik bintang tiga dari ketiga matra angkatan di TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Kenyataan ini terjadi juga atas Nono Sampono. Untuk menjadi Komandan Paspampres, Mebas TNI harus kerja ekstra untuk memilih perwira pilihan yang menjadi penanggung jawab atas keamanan dan keselamatan presiden, wakil presiden dan kepala negara serta kepala pemerintahan negara sahabat yang berkunjung ke Indonesia itu. Dan sayangnya pangkat tertinggi di pasukan elit TNI AL--marinir hanya sampai bintang tiga. Kalau saja Marinir TNI AL bisa sampai bintang empat, maka sangat mungkin Nono Sampono dapat menyandang bintang empat di pundaknya.

Bung Karno pernah mengatakan bahwa "Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia". Wajar Bung Karno mengatakan demikian, karena Maluku adalah pemegang saham pendiri negeri ini. Papua dan Aceh bukanlah pemegang saham pendiri dari Negara Indonesia. Ikut sertanya Nyong Ambon bersama Nyong Selebes, Nyong Jawa, Nyong Sumatera, Nyong Kalimantan, Nyong Bali pada deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia merupakan wujud bahwa Maluku adalah pemegang saham pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengapa seng ada Nyong Maluku yang jadi menteri eeeeeee …?

Beta beranggapan Sumpah Pemuda adalah pernyataan kemerdekaan bansga indonesia yang sebenarnya. Kerana di jaman penjajahan jika ada kelompok masyarakat yang menyatakan berbangsa satu bangsa indonesia, bertanah air satu tanah air indonesia dan berbahasa satu bahasa indoneia, maka itulah pernyataan kemerdekaan. Sehingga peristiwa 17 Agustus 1945 hanyalah peresmian atas kemerdekaan indonesia yang dicetuskan oleh para pemuda indonesia 28 Oktober 1928

Beta berharap, siapa saja yang menjadi presiden negeri ini di tahun 2014 nanti, semoga saja ada putra Maluku yang masuk menjadi menteri atau anggota kabinet, Insya Allah, amin .. amin… amin. (***)