MALUKUnews, Ambon: Bentrok masa antara warga Desa Iha dan Dusun Tanah Goyang di Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB), yang terjadi, Sabtu, pekan kemarin, kini kondisi keamanannya sudah mulai redah alias aman.

Kondisi keamanan ini redah, setalah Bupati SBB, Muh Yasin Payapo dan Wakapolres SBB, AKP Akmil Djapa, mendatangi warga Dusun Tanah Goyang dan Desa Iha, pada hari Minggu (01/09), kemarin.

Di kedua kampung itu, bupati dan wakapolres melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk mencari titik temu penyelesaian konflik antar dua kampung itu.

Di Desa Iha misalnya, warga menyodorkan empat butir pernyataan sikap kepada bupati dan wakapolres itu.

Inilah empat butir peryataan sikap itu antara lain :

  1. Meminta dengan tegas kepada aparat penegak hukum, dalam hal inil aparat kepolisian dalam jangka waktu 1 x 24 jam, untuk segera menangkap dan menindak tegas seluruh oknum pelaku penganiayaan yang terjadi kepada pemangku adat Negeri Ama Iha Ulupia (Raia Iha) yang terjadi di Dusun Tanah Goyang pada tanggal 31 Agustus 2019 sekitar pukul 22.00 WIT itu.
  2. Meminta dengan tegas kepada penegak hukum untuk segera memanggil dan menyelidiki kepala dusun dan kepala pemuda Tanah Goyang selaku penanggungjawab serta oknum sopir ambulance puskesmas tanah goyang yang sempat mengeluarkan kata-kata provokasi sehingga insiden berdarah tersebut teriadi.

  3. Meminta dengan hormat kepada bapak bupati seram bagian barat agar dalam jangka waktu dekat segara berkoordinasi dengan para latu patti se-kabupaten seram bagian barat untuk segera menyikapi insiden berdarah yang terjadi di dusun tanah goyang dengan pertimbangan Bahwa: “Penganiayaan terhadap setiap pemangku adat adalah sebuah bentuk penghinaan dan pelecehan moral terhadap sendi-sendi adat di tanah saka mese nusa”.

  4. Apabila muspida dan pihak-pihak terkait tidak menyikapi tuntutan pernyataan dari kami masyarakat Ama Iha Ulupia dan lambat menyelesaikan masalah ini, maka kami sendirilah yang akan menyelesaikan persoalan berdarah ini dengan cara kami sendiri.

Pantauan Malukunews.co, Senin (02/09), pagi ini di wilayah perbatasan Dusun Tanah Goyang yang menjadi kosentrasi masa kemarin itu, kini sudah sepi. Tampak masyarakat di wilayah itu sudah mulai melakukan aktifitasnya seperti biasa. Hanya saja, masih terlihat aparat keamanan yang tampak berjaga-jaga guna memulihkan keamanan pasca konflik masa itu.

Untuk diketahui, konflik yang terjadi Sabtu pekan kemarin itu, telah melukai tiga orang, satu di antanya adalah anggota polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, konflik masa antara Desa Iha dan Dusun Tanah Goyang itu, akibat dipicu pemukulan warga Tanah Goyang terhadap Kepala Desa Iha, Zain Syaiful Latukaisupy alias Tedi Latukaisupy pada Jumat malam, pekan kemarin.

Pemukulan itu terjadi karena Zain Syaiful Latukaisupy, alias Tedi Latukaisupy, menabrak seorang anak anak kecil dengan mobilnya saat melintasi kampung Tanah Goyang. Amarah warga Tanah Goyang saat itu redah setelah mereka baru mengetahui orang yang menjadi sasaran pemukulan itu adalah Kades Iha. (Qin)