MALUKUnews, Ambon: Sebagian besar masyarakat yang berada di pesisir Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, hingga kini, masih memilih bertahan di daerah-daerah perbukitan di wilayah itu.

Kondisi ini terjadi karena mereka mengaku masih trauma dengan goncangan gempa yang terjadi pada Kamis (26/09), lalu itu. Yang lebih ditakutkan lagi, banyak isu saat ini beredar, yang mengatakan, akan terjadi gempa lebih besar lagi dan disertai tsunami. Trauma yang disertai isu seperti inilah yang membuat warga Huamual terus bertahan dan mengungsi di perbukitan.

Reporter Malukunews.co, Juhari Suryan, Minggu (06/10), malam tadi, menyusuri perbukitan di wilayah Huamual untuk melihat kondisi warga yang mengungsi itu dari dekat.

Di perbukitan itu, banyak terlihat warga bersama anggota keluarganya tinggal ditenda-tenda. Untuk penerangan, ada yang hanya menggunakan obor ada juga yang menggunakan mesin genset. Suasana di perbukitan Huamual cukup ramai.

Salah satu warga yang bernama Alwan Attamimi yang ditemuinya, mengatakan, ia dan keluarga mengungsi ke perbukitan , guna menghindari adanya tsunami. Katong ada dengar isu-isu kalau bakal akan terjadi gempa besar dan tsunami. Jadi katong setiap malam berada di bukit ini, tidur di tenda-tenda seadanya. “ Lebih baik katong ikhtiar sakali. Nanti siang-siang baru katong turun ke kampung lagi, dan malam tetap bale tidur di tenda sini lai,” cerita Alwan, warga Desa Luhu kepada Reporter Malukunews Juhari Suryan.

Seperti diketahui, Senin (07/10), dini hari, juga terjadi gempa magnitudo 3,4. Posisi gempa berada di 3.59 Lintas Selatan (LS) - 128.35 Bujur Timur (BT). Dengan kedalaman 10 kilo meter. Pusat gempa berada di laut, 24 kilo meter Timur Laut Ambon. Gempa ini selain di rasakan di Pulau Ambon, juga dirasakan hingga ke sebagian wilayah di Pulau Seram, Maluku. (Qin/Ju)