MALUKUnews, Piru: Ketua Front Pemuda Muslim Seram Bagian Barat (SBB), Arief Pamana, mengecam keras sikap Wakil Bupat SBB, Lahusni dan Sekda, Mansur Tuharea. Pasalnya kedua pejabat daerah itu diduga sengaja menghambat pembangunan masjid guna menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 mendatang di Kota Piru.

Menurut Pamana, anggaran sudah tersedia untuk dibangun masjid yang ada di kawasan Waemeten Pante, Kota Piru, namun masyarakat muslim disekitar tidak mau membongkar masjid yang ada di Waemeteng Pante itu untuk digantikan dengan yang baru. “ Saya mendapat laporan, bahwa saat usai shalat Jumat tanggal 3 Oktober lalu, wakil bupati memberikan arahan kepada jamaah supaya masjid ini tidak boleh dibongkar. Jangan hasut para jamaah, itu tidak baik,” ujar Pamana kepada Malukunews.co di Piru, Rabu (24/12).

Kekesalan juga disampaikan Pamana kepada Sekda SBB, Mansur Tuharea, karena beliau secara diam-diam melakukan gerilya di masyarakat untuk menolak pembongkaran masjid di Waemeteng Pante itu. “ Jangan sampai ada kepentingan politik sehingga mengabaikan kepentingan orang banyak. Sekda dan Wabub SBB ini harus kami kecam atas tindakan mereka yang merugikan umat yang ada di SBB ini,” ujar Pamana.

Karena tidak bisa dibangun masjid untuk kepentingan MTQ maka juga punya pengaruh dengan pembangunan gereja. Padahal pemerintah provinsi sudah menganggarkan dana untuk pembangunan rumah ibadah itu. (Opan)