MALUKUnews.co, Piru: Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), melalaui Kasat Reskrimnya, Iptu Pieter Fredy Matahelemual, SH, MH, melakukan klarifikasi terkait berita yang dimuat Malukunews.co dengan judul: “Diduga tak Patuhi Instruksi Kapolri, Polres SBB Biarkan Preman Berkeliaran” tanggal 16 Juni 2021 lalu.

Menurut Matahelemual, tidak benar Polres SBB biarkan pelaku pemukulan "preman" GW terhadap wartawan Malukunews.co, Yasmin Baly itu dibiarkan berkeliaran. “ Tersangka GW itu, saat ini kami kenakan wajib lapor,” ujar Matahelemual saat memberikan klarifikasinya kepada wartawan di Mapolres SBB di Piru, beberapa hari lalu.

Untuk diketahui, pemukulan terhadap Wartawan Malukunews.co, Yasmin Bally oleh “premen” GW itu terjadi pada tanggal 4 Maret 2021 lalu bertempat di kantor bupati SBB.

Kata Matahelemual, proses hukum terhadap GW itu sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Ada pasal yang digunakan sesuai yang dilaporkan saudara Yasmi Bally. Sehingga diterapkan UU KUHP maupun UU Pers. Setelah kita melakukan pemeriksaan dan visium, maka WG telah ditetapkan menjadi tersangka.

Lanjut Matahelemual, tersangka GW memang kami tidak lakukan penahanan. Penyidik itu dapat menilai seseorang itu dilakukan penahanan berdasakan dua syarat, objektif dan subjektif. Objektif itu apa?, ketika ancaman hukuman itu diatas lima tahun, atau ada pasal-pasal tertentu yang ancaman hukumannya dibawah lima tahun.

Sedangkan syarat subjektif itu, kata Matahelemual, bahwa ketika sesorang itu dikwatirkan melarikan diri, megulangi perbuatan pidana atau menghilangkan barang bukti. Ketika syarat subjektif dan objektif itu penyidik menilai pada diri tersangka GW, bahwa ia tidak dikhawatirkan melarikan diri, tidak dikwatirkan mengulangi perbuatan pidana, dan tidak dikhawirkan menghilangkan barang bukti.

Lanjut Matahelemual, pasal 351 KUHP ayat 1 itu ancamana hukumannya 2,8 bulan. Sehingga penyidik tidak melakukan penahanan terhadap GW, tetapi hanya dikenakan wajib lapor. Pelaksanaan wajib lapor itu GW tetap dalam pentauan penyidik. “ Apabila dalam pelaksanaa wajib lapor itu yang bersangkutan akan melakukan perbuatan pidana lain, maka yang bersangkutan akan kami lakukan penahanan,” ucap Matahelemual.

“ Jadi syarat subjektif dan objektif itu menjadi pegangan penyidik untuk tidak melakukan penahanan terhadap sudara GW,” ujar Matahelemual.

Untuk diketahui, kasus GW ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Itu dibuktikan dengan sudah diterbitkan P21 oleh jaksa. Jadi ketika penuntut umum sudah menyatakan berkas itu sudah P21, otomotis itulah jawaban dari kerja penyidik. Bahwa penyidik sudah bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel. “ Pelaksanaan P21 dan penyerahan tersangka barang bukti nanti kami menunggu waktu dari jaksa, kapan waktunya, kami yakin pasti dalam waktu dekat ini,”tegas Matajelemual. (Yas)