MALUKUnews, Ambon: Merasa namanya dicatut dalam dugaan pemerasan, Wartawan Malukunes.co untuk wilayah Seram Bagian Barat (SBB) Yasmin Bali, melaporkan Kepala Inspektorat Daerah SBB, Abdullah Fakaubun, serta sejumlah pihak, yang dengan sengaja ikut menyebar fitnah.

Karena merasa dirugikan, Yasmin bersama Kuasa Hukumnya, Denny Solohwey, langsung mendatangi Mapolres SBB untuk mengadukan kasus dengan tuduhan pencemaran nama baik ini.

Selain Kepala Insfektorat sebagai terlapor, juga ada sejumlah pihak yang diduga juga terlibat dalam pencemaran nama baik ini. Kantor pusat Malukunews.co di Ambon, beberapa hari lalu, juga menerima laporan dari sejumlah oknum wartawan via ponsel yang melaporkan adanya pemerasan itu.

Setelah mendengar laporan itu, Malukunews.co, kemudian melakukan sidang internal dengan Yasmin via daring. Yasmin pun membantah. “ Itu tidak benar, itu fitnah,” ujar Yasmin.

Untuk membuktikan kebenaran itu, Yasmin kemudian meminta izin dari kantor, untuk membawa masalah ini ke ranah hukum, supaya kasus ini bisa terang-benderang dan bisa diketahui publik.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari insiden kekerasan terhadap wartawan Malukunews di kantor inspektorat daerah SBB beberapa waktu lalu.

Yasmin yang saat itu datang ke kantor itu untuk mengabadikan insiden antara Aliansi Pemuda Hena Puan yang datang menanyakan laporan kasus ADD Buano Utara, namun didorong salah satu pegawai inspektorat bernama Is Latuconsina. Is saat itu melarang tidak boleh ada pengambilan gambar yan disertai aksi dorong, hingga kaca kamera wartawan Malukunews itu pun jatuh dan pecah.

Kasus ini kemudian terus bergulir, Malukunews terus memberitakan peristiwa insiden ini. Pihak insfektorat kemudian mengaku untuk mengganti kamera yang rusak itu. Sayangnya pembayaran ganti rugi itu belum terealisasi, namun belakangan kepala insfektorat mengaku, ia sudah membayar ganti rugi senilai Rp. 5 juta.

“ Beta juga belum pernah mendapat biaya ganti rugi itu. Lalu uang ganti rugi itu dikase buat siapa. Ini yang harus beta tanyakan. Yang beta juga tidak puas lagi, ada-pihak-pihak yang menuduh beta lakukan pemerasan di inspektorat sebesar Rp. 45 juta. Ini fitnah. Beta akan kejar kasus ini, dan membuktikan bahwa itu fitnah,” ujar Yasmin saat sidang etik internal di Malukunews itu.

Direktur Malukunews.co, Sahlan Heluh, kemudian mempersilahkan wartawannya untuk segera melakukan langkah hukum, agar jangan sampai terjadi fitnah yang berkepanjangan. “ Beta selaku pimpinan Malukunews juga terus mengikuti perkembangan kasus ini,” tegas Heluth. (Mar)

Tonton vidionya di MALUKUNEWS TV. Klik saja disini: https://www.youtube.com/watch?v=3rfqQB0ARRw