MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Desa Eti di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, menolak membongkar barikade jalan yang dilakukan di jalan persis di jembatan kali Eti. Barikade jalan ini dilakukan sebagai bentuk dari protes masyarakat setempat terhadap pemerintah kabupaten SBB yang telah melantik kepala dusun Pelita Restseplemen pada Rabu, tadi malam.

Salah satu Tokoh Adat Desa Eti, Dominggus Pelapori, yang dihubungi Malukunews.co, Kamis (06/03), pagi, mengatakan, ia kesal dengan sikap Camat Seram Barat, Minggus Tekken, yang melantik Kepala Dusun Pelita Retseplemen tanpa sepengetahuan Desa Eti sebagai Desa Induk. “ Kami sebagai desa induk merasa tidak dihargai dan dilecehkan,” kata Pelapori diujung telponnya. Menurut cerita Pelapori, saat pelantikan Kepala Dusun Pelita Retseplemen itu, tampak pula ada Raymon Puttilehalat, Kepala Dinas PU SBB, yang juga adalah kakak kandung Bupati SBB, Yacobus Puttilehalat. Mereka diduga telah bersekongkol untuk kepentingan politik sesaat.

Pelapori juga memegaskan, barikade jalan yang dilakukan masyarakat dengan mengecor menggunakan campuran semen, batu dan pasir ini, belum bisa dibuka setelah masyarakat Dusun Pelita Retseplemen itu diusir keluar dari wilayah petuanan Desa Eti. Hingga berita ini dipublikasikan pukul 10.00 WIT, Malukunews.co belum juga berhasil menghubungi Camat Seram Barat, maupun Bupati Seram Bagian Barat, Yacobus Puttilehalat. (Qin)