MALUKUnews, Piru: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama beberapa Relawan menyemarakkan kegiatan dukungan psikososial kepada para pengungsi korban Gempa.

Kegiatan ini berlangsung di lokasi pengungsian Desa Rumahkai, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam rangka merayakan hari relawan Internasional, Kamis (05/12).

Turut hadir dalam kegiatan ini, yakni komunitas artis NKRI, Relawan Yayasan Lapan Maluku, hingga praktisi psikologi dan BPBD Kabupaten SBB.

Wina Moreno, Agus “Jin dan Jun “, serta Pakdhe Prapto “Pempek” merupakan perwakilan artis NKRI. Sedangkan Sukara Latuconsina dari Lingkar Perlindungan Anak (Lapan) Maluku serta Fujita dan Beni dari praktisi psikologi Samantha Training Consulting.

Direktur Penanganan Pengungsi PNPB, Johny Sumbung, dalam sambutannya di acara itu, mengatakan, hari relawan internasional yang jatuh pada tanggal 5 Desember ini, BNPB merangkul semua elemen baik Relawan, komunitas maupun BPBD. Tujuannya supaya bersama melaksanakan kegiatan dalam rangka menyemarakan hari Relawan Sedunia ini di lokasi pengungsi ini.

Kegiatan yang dilakukan ini dengan melibatkan puluhan anak-anak dan belasan ibu-ibu. Mereka diajak nonton dengan pemutaran video edukasi bencana, permainan, bernyanyi dan menari, serta terapi dan dukungan motivasi.

Khusus acara dengan ibu-ibu, dilakukan terapi sederhana, yakni untuk menghilangkan maupun mengurangi rasa khawatir atau trauma dengan tehnik emotional freedom. Teknik ini dengan cara melakukan ketukan-ketukan pada sembilan titik syaraf meridian di anggota tubuh sambil mengucapkan kata-kata sugesti tertentu dan diakhiri dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.

Selah dilakukakan terapi, banyak yang memberikan testimoninya bahwa mereka merasakan lebih tenang setelahnya. “ Katong lebih merasa tenang setelah berlatih, yang tadinya mudah kaget, panik, sekarang lebih baik,” ujar ibu Mily, salah satu peserta terapy. (Jodih)