MALUKUnews, Ambon: Enam orang warga Dusun Talaga dan Lown, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, tertimbun tanah saat sedang melakukan aktifitas penambangan di gunung tinggi yang lokasinya tak jauh dari kedua dusun itu, Sabtu (30/08).

Dari enam yang tertimbun itu, tiga orang mengalami luka-luka dan tiga orang lagi tewas.

Seorang Warga Talaga, Mino, yang dihubungi Malukunews.co, Sabtu (30/08), sore, juga membenarkan, bahwa telah terjadi musibah di lokasi gunung tinggi itu. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10/00 WIT, Sabtu ( 30/08), pagi.

Menurut Mino, dari tiga orang yang tewas itu satu orang di antaranya adalah warga Dusun Talaga bernama Jumardin. Sedangkan dua orang lainnya itu warga Dusun Lown yang belum diketahui namanya. “ Yang jelasnya, dua orang warga Dusun Lown yang tewas itu masih anak-anak, satunya masih duduk di bangku SMP dan satunya lagi di bangku SMA. Ketiganya kami sudah dikebumikan, Sabtu sore ini pak,” ucap Mino.

Sementara tiga orang lainnya yang luka itu dilarikan ke rumah sakit Piru untuk dirawat.

Lanjut Mino, beberapa bulan terakhir ini banyak sekali masyarakat melakukan aktifitas penggalian di lokasi gunung tinggi ini untuk mencari nikel, emas maupun sejenisnya.

Untuk diketahui, lokasi gunung tinggi adalah areal tambang nikel yang selama ini sudah digarap oleh perusahan dengan melibatkan Bupati SBB, Yacobus Puttilehalat. Namun belakangan aktifitas pertamabangan itu terhenti karena terkendala ijin dari pemerintah pusat.

Sementara itu pihak terkait seperti kepolisian dan Pemda SBB, hingga Sabtu malam ini, belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa ini. (Qin)