MALUKUnews, Huamual: Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Yacobus Puttilehalat, mengaku masih trauma atas sikap bringas masyarakat Negeri Iha yang mengancamnya saat ia berada di pantai Dusun Hulung, Kecamatan Huamual. Peristiwa ini terjadi,, Sabtu (06/12), kemarin.

Kepada Malukunews.co, Sabtu, kemarin, Bupati mengaku ia sangat trauma dengan kejadian itu. Ceritanya, saat itu Bupati bersama Ibu Raja Negeri Luhu, HJ, Chi Anita Payapo, berangkat dari Negeri Luhu ke Dusun Hulung, dekat lokasi batu tembaga, untuk menunggu kunjungan Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff dan Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Murad Ismail, namun tiba-tiba ada sekelompok kelompak masyarakat Iha yang ada di lokasi itu langsung menyerang dengan melempar batu ke arah Bupati. Bupati kemudian lari ke arah laut dan kabur dengan menggunakan speed boat milik warga. Bupati kemudian langsung menuju Negeri Luhu untuk beristirahat. Gubernur dan kapolda yang hanya beberapa menit saja tiba di lokasi tersebut tanpa didampingi Bupati.

“ Jangan anda tanya dulu, saya masih trauma dengan kejadian yang ada,” kata Bupati saat ditemui kemarin di kediaman Raja Negeri Luhu.

Bupati saat itu terlihat cukup gelisa. Bahkan saat dipersilahkan makan ia masih terdiam. Wajah Bupati saat itu masih terlihat pucat. Setelah beristirahat selama tiga jam di Negeri Luhu, Bupati kemudian bertolak ke Piru dengan menumpang speed boat milik pemda. (Qin)