MALUKUNEWS, Ambon: Ujung Tobu yang menjadi budaya tahunan masyarakat Desa Luhu, di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, menurut rencana akan memamerkannya di Kota Ambon. Ujung Tobu ini biasa disebut masyarakat Luhu dengan nama “ Tehu Hununa “.

Ketua Panitia Ujung Tobu, Halid Payapo, kepada Moluken.com, Senin (29/07), mengatakan, Ujung Tobu ini sudah saatnya diperkenalkan kepada klayak umum sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu budaya di Maluku. Selama ini tradisi Ujung Tobu ini hanya dikenal di Desa Luhu saja, padahal kalau diamati Ujung Tobu ini bisa menjadi salah satu aset budaya masyarakat Maluku. “ Kami saat ini sedang bekerja keras untuk mensukseskan pelaksanaan Ujung Tobu masal di Ambon ini,” ucap Payapo.

Payapo bercerita, Ujung Tobu atau Tehu Hununa ini, biasanya laksanakan tiga hari sebelum hari raya idul fitri, atau bertepatan dengan perkiraan malam turunnya lailatul qadar. Pada hari puncaknya Ujung Tobu itu juga bersamaan dengan prosesi jiara kubur di Desa Luhu. Filosofi dari tradisi Ujung Tobu ini di antaranya, adalah untuk memperkenalkan dan memajang seluruh hasil-hasil alam yang ada di Desa Luhu. “ Saya pikir ini sudah saatnya tradisi Ujung Tobu ini kami perkenalkan kepada masyarakat umum,” ujar Payapo penuh bangga.

Menurut rencana, acara pelaksanaan Ujung Tobu ini dilaksanakan di lapangan terbuka di kawasan Batu Merah sekitar tanggal 5 atau 6 Agustus 2013 mendatang, namun jika kondisi alam tidak bersahabat kami akan alihkan acarabya di gedung besar seperti sporthol maupun gedung sejenis lainnya. “ Saya selaku ketua pantia merasa bangga karena kegiatan ini sangat mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak,” ucap Palisoa. (Qin)