MALUKUnews, Ambon: Ratusan warga Negeri Luhu di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Polsek Huamual, Selasa (04/03). Aksi ini dilakukan guna mendesak pihak kepolisian supaya segera melarang dan menghentikan proses penambangan di kawasan Batu Tembaga yang merupakan areal Negeri Luhu.

Menurut salah tokoh masyarakat, Udin Waleulu, yang dihubungi Malukunews.co, Selasa, sore ini, mengatakan, masyarakat Negeri Luhu marah karena ada kelompok masyarakat dari Desa Iha sedang melakukan aktifitas penambangan di areal Luhu, tepatnya di kawasan batu tembaga tanpa terlebih dulu ijin kepada pemerintah Negeri Luhu. “ Kami minta supaya aparat keamanan melarang aktifitas di wilayah Batu Tembaga itu. Kami tidak mengijinkan adanya aktifitas di areal kami itu,” kata Waleulu dengan emosinya.

Menurut Waleulu, ada sejumlah poin penting yang disampaikan dalam aksi ini, di antaranya, mendesak pihak kepolisian dan aparat TNI supaya mencegah dan menghentikan aktifitas penambangan di wilayah Batu Tembaga. Kedua, wilayah Batu Tembaga itu adalah masuk areal Negeri Luhu bukan tanah prajakarya. Ketiga, kepada pemerintah Negeri Luhu supaya segera bertindak cepat untuk merespon aspirasi masyarakat terkait persoalan batu tembaga. Keempat, aparat keamanan supaya bertindak tegas kepada siapa saja yang melakukan aktifitas di batu tembaga sebelum mendapat ijin dari pemerintah Negeri Luhu dan kelima, jika dalam butir pernyataan ini tidak diresponi maka jangan salahkan masyarakat Negeri Luhu jika melakukan tindakan kekersan.

“ Kami tidak main-main dalam menyikapi persoalan batu tembaga ini. Ini masalah harga diri kami yang sudah diinjak. Sekali lagi kami berharap supaya aktifitas di batu tembaga itu segera dihentikna,” ujar Walelulu sedikit mengancam. (Qin)