Oleh: Pdt. Hariman A. Pattianakotta

MALUKUnews.co: Bapak Timotius Akerina yang baik, semoga bapak tetap diberikan kesehatan oleh Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, serta dikaruniakan hikmat untuk memimpin masyarakat di negeri raja-raja di Seram Bagian Barat (SBB).

Beta adalah putra negeri adat Hena Lo'i, Negeri Lokki, satu dari banyak negeri, dusun, dan desa yang bapak pimpin. Beta anak adat yang merantau jauh di negeri orang. Namun, beta bersyukur dapat mengikuti berbagai perkembangan di SBB dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.

Beta turut berduka ketika mendengar kabar berpulangnya Alm. Bpk. M. Yasin Payapo, salah satu anak adat yang mendapat kepercayaan untuk memimpin saudara-saudarinya di SBB. Beta berdoa, kiranya bapak Timotius Akerina yang melanjutkan amanat tetap berada dalam perlindungan Tuhan. Beta pun tetap bersyukur karena yang melanjutkan pemerintahan di SBB masih seorang anak adat.

Bapak Bupati yang budiman, dengan menyebut bapak sebagai anak adat, beta tidak sedang membawa bapak ke dalam logika yang mempertentangkan anak-anak adat dengan yang bukan anak-anak adat. Beta tidak ingin mempertentangkan antara negeri adat dan desa. Anda adalah pemimpin untuk semua.

Namun, sebagai anak adat, bapak tentu tahu betul bagaimana sejarah perjalanan negeri-negeri dan dusun-dusunnya, serta desa-desa yang ada di SBB. Tatanan adat itu sudah ada sebelum SBB menjadi kabupaten sendiri.

Bahkan, ketika Indonesia belum ada sebagai sebuah nation-state, tatatan adat di Nusa Ina dan Maluku sudah ada. Tatanan adat dari masyarakat adat itu tetap diakomodir dan diafirmasi dalam undang-undang mengenai desa dan desa/negeri adat setelah Indonesia merdeka sampai di era Reformasi sekarang ini. Sebagai seorang aparatus negara dan pengabdi masyarakat, bapak tentu sangat paham akan hal ini.

Bapak bupati yang beta hormati, dengan pemahaman itu, beta berharap dan berdoa kiranya bapak dapat mendengar aspirasi masyarakat adat di SBB yang menolak Pilkades sekarang ini.

Bapak tentu sangat memahami bahwa pembangunan yang otentik, relevan, dan transformatif akan berlangsung baik dan lancar jika tatanan adat masyarakat dihargai. Pemaksaan kebijakan justru akan menimbulkan gejolak, dan menimbulkan sangkaan buruk terhadap bapak dan pemerintah SBB.

Dalam alam demokrasi sekarang ini, masyarakat sudah sangat paham bahwa pemerintah bukan penguasa, tetapi pelayan masyarakat. Rakyat adalah subjek yang turut berperan dalam proses pengambilan kebijakan negara dan daerah, bukan objek kebijakan pemerintah.

Bapak Bupati yang baik, saya yakin kalau spirit demokrasi ini bapak hidupi, maka bapak tidak hanya akan mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi daerah kita yang bapak pimpin akan maju pesat, sebab bapak didampingi oleh subjek-subjek yang tahu betul apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk membangun diri mereka dalam masa kepemimpinan bapak.

Bapak Bupati yang terhormat, praktik politik di negara kita memang penuh dengan intrik dan tipu-tipu. Di daerah-daerah, praktik tipu-tipu pun masih terjadi, dan mungkin terjadi juga di SBB.

Ada hutan-hutan yang digunduli dengan tujuan hendak membangun perkebunan pala, ternyata ini menjadi modus pencurian kayu, dan masyarakat kemudian harus menanggung derita seperti banjir. Ini hanya cerita kecil, yang saya yakin bapak tahu persis kasus-kasus semacam ini. Namun, beta yakin bahwa bapak bukan politisi yang suka tipu-tipu.

Bapak bupati yang beta hargai dan hormati, mohon maaf kalau beta terlalu lancang. Tapi, dari nama bapak bupati, beta yakin bapak orang jujur dan cinta dengan rakyat yang adalah saudara-saudari bapak sendiri.

Nama Timotius yang diberikan oleh orang tua bapak, tentu mengandung harapan yang luhur-mulia. Timotius adalah seorang anak dan murid yang setia, teguh dengan iman, dan sangat dipercaya untuk memimpin bahkan sejak masih berusia muda. Mengapa? karena Timotius menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian.

Beta berharap dan berdoa, agar harapan dibalik nama bapak akan terjelma di dalam kebijakan-kebijakan yang sungguh-sungguh pro masyarakat (adat) dan dalam laku kepimimpinan bapak yang bersih, jujur dan adil.

Bapak Timotius Akerina yang beriman dan baik, karena itu diakhir surat ini, beta ingin mengusulkan kepada bapak untuk mendengar suara dan jeritan rakyat yang bapak pimpin, yang ingin memajukan negeri sesuai dengan tatanan adat yang Tuhan anugerahkan bagi mereka.

Di dalam suara rakyat yang jujur dan tulus untuk kemajuan negeri dan derahnya itu, bapak bisa menemukan suara Tuhan (vox populi vox dei), yang jika diikuti bapak akan terus diberkati dan dipakai sebagai alat dalam tangan-Nya untuk memajukan masyarakat dan daerah SBB.

Tuhan kiranya memberkati bapak untuk membawa SBB menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan adil untuk semua. Salam dan doa saya. (***)