MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Luhu yang berada di Ambon yang dimotori Himpunan Pemuda (HIPDA) Huamual, siap turun jalan, melakukan aksi protes terhadap Bupati SBB, Yacobus Puttilehat, terkait penambangan lokal yang ada di areal batu tembaga milik masyarakat Negeri Luhu. Bupati dinilai telah memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk melakukan penambangan, padahal, pihak keamanan telah melarang masyarakat untuk melakukan aktifitasnya di areal batu tembaga itu.

Salah Satu Koordinator Aksi, Halit Payapo, kepada Malukunews.co, Selasa (14/10), mengatakan, sikap Bupati SBB, Yacubus Puttilehalat ini sudah keterlaluan. Pasalnya ia telah memberikan ruang kepada masyarakat lain untuk masuk ke areal penambangan. Padahal belum lama ini ia bersama Pangdam dan Kapolda Maluku, menginstruksikan kepada seluruh masyarakat supaya mengosongkan areal penambangan itu guna mencegah terjadinya bentokan massa.

Lanjut Payapo, masyarakat Luhu sangat marah, karena telah mendengar adanya informasi, bahwa, Bupati diam-diam telah membeli hasil penambangan untuk menjual ke luar daerah. Bahkan, menurut rencana, Bupati dalam waktu dekat ini membuka jalan menuju areal tambang itu. “ Kami siap menghadang kebijakan Bupati yang tidak mengindahkan kami masyarakat Luhu selaku pemilik lahan itu,” ujar Payapo. Kata Payapo, aksi protes ini akan dilakukan minggu depan dengan sasaran aksi di kantor gubernur Maluku, Mapolda dan kantor DPRD Maluku. (Qin)