MALUKUnews, Piru: Kepala Kepolisian (Kapolda) Maluku Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar turut menghadiri Peresmian Pastori Gereja GPM Ramat Lehi Jemaat Desa Nikulukan dan Niwelehu, Kecamatan Taniwel. dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (20/09).

Hadir Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si, Bupati SBB Drs. M Yasin Payapo, M.Pd, Dir Intelkam Polda Maluku Kombes Pol Yosef Sriyono Joko Handono S.I.K M.H, Dir Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol Sih Harno., S.H, Kasat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Guntur, Kapolres SBB AKBP Bayu T. Butar Butar, SIK, Serda Hada imbia mewakili dan Yon 732 BANAU, Ketua FKUB Kab. SBB Moksen Atamimi,ST, Ketua MUI Kab. SBB Samwil Nuette.m,S.Gi dan Ketua Jemaat GPM Pdt B.B. Suarubun, S.Si.

Ketua Sinode, Pdt. Drs. A.J.S. Werinussa, M.Si, berucap syukur karena kita bisa membangun gedung Pastori Gereja GPM Ramat Lehi Jemaat tempat tinggal Pendeta.

"Sebuah penghargaan bagi kami terutama jemaat di sini, bapak Kapolda bisa hadir dan meresmikan gedung ini dan ini adalah Kapolda pertama yang hadir bersama kita di sini,"' ujarnya.

Lanjut dikatakan, dalam terang abadi jangan pernah batasi orang untuk mencari nafkah, jika kita menghalangi orang lain dalam mencari nafkah kita juga akan di halangi juga. Jangan pernah melihat dan memandang orang lain itu buruk dengan sebuah informasi yang kita dengar, akan tetapi kita terus membangun sebuah tali persaudaraan dalam kehidupan kita selaku orang beragama.

"Kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan paska penanganan bencana Jemaat harus menyiapkan bahan makan dan menanam pisang Kasbi atau ubi ubian, karena kita tidak tau bencana ini datang kapan pada waktunya nanti. Terimkasih buat seluruh pihak bisa hadir di sini dan bisa mendatangani prasasti ini," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Drs. M Yasin Payapo, M.Pd, dalam sambutannya, mengatakan, bahwa selaku orang percaya kita menaikan puji dan syukur kepada Yesus Kristus selaku kepala Gereja dan selaku kepala daerah saya berterimakasih karena acara dapat terselenggara dengan baik.

"Sebagai makna gereja sendiri adalah banyak jemaat tetapi satu tubuh dan Yesus selaku kepalanya. Kita selaku orang percaya harus saling tolong menolong demi terwujudnya Hukum Kasih yang tercantum dalam kitab Injil," Kata Drs. M Yasin Payapo, M.Pd. Lanjut Payapo, menyampaikan untuk samua Basudara bahwa menghadapi situasi pandemi COVID-19 di daerah kita ini tinggal dua pasien yang terpapar COVID-19 dan untuk di ketahui untuk seluruh masyarakat, di minggu minggu yang akan datang lagi kita akan memasuki zona hijau karena tidak ada lagi penderita COVID-19.

"Itu adalah kerja sama yang baik dari kita semua dan kesadaran seluruh masyarakat dan di bantu oleh bapak dari TNI Polri dan para medis dalam menyikapi situasi ini hingga semua dapat berjalan dengan baik. Sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi kami di negri sakamese Nusa ini, Bpk Kapolda Maluku dan rombongan dan Bpk ketua sinode beserta rombongan dapat hadir di sini,"Ungkap Drs. M Yasin Payapo, M.Pd.

Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar sendiri dalam sambutannya, mengatakan, Tujuan terselenggara kegiatan ini untuk membangun Ruh dalam kehidupan kita. Dimana Dalam lagu Indonesia raya saja ada kalimat dalam syair lagunya mengatakan bahwa bangunlah jiwanya bangunlah badannya.

"Pembanguan Pastori ini dengan susah payh dan masyarkat di sini sangat merasakannya. Seperti apa yang sudah di sampaikan oleh ketua Sinode tadi jangan pernah menutup pintu Pastori ini dari mayarakat," Kata Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar. lanjut jenderal bintang dua ini, penelitian membuktikan bahwa dalam menghadapi situasi dan kondisi COVID 19 imun tubuh kita ini paling cepat kita dapati adalah di tempat tempat ibadah.

"Aman dan makmur suatu daerah tertentu yang paling penting adalah iman, dan kita jangan pernah berhenti membangun iman kita dengan mendatangi tempat tempat ibadah. Untuk tugas di kepolisian ini saya tinggal 4 bulan dalam masa bakti, saya butuh doa dari seluruh masyarakat untuk saya terus berabakti dan terus melayani untuk berbuat baik karena hal seperti ini akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti," tutup Kapolda Maluku. (Red)