MALUKUnews.co, Ambon: Komandan Resort Militer (Danrem) 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, yang merupakan putra asli Maluku menunjukan kepeduliannya dengan menyapa masyarakat yang ada di Pegunungan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu, akhir pekan kemarin.

Di Kecamatan Taniwel. Khususnya Desa Ninari, Ritiauw kemudian meresmikan walang belajar, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan yang ada di daerah terpencil yang ada di pegunungan itu.

Danrem dan rombongannya mendatangi Desa Niniari dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter selama tiga jam. Bahkan di perjalanan itu pria dengan bintang satu di pundak ini rela kehujanan demi hadir untuk menyapa masyarakat yang ada di pegunungan Taniwel itu.

Setibanya di Desa Niniari, Danrem dan rombongannya disambut hangat dengan ucapan selamat datang oleh siswa-siswi SD dan warga, yaitu dengan cara pengalungan syal dan tarian adat cakalele dan tarian lenso.

Di Desa Niniari ini Danrem kemudian meresmikan walang balajar ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati SBB Timotius Akerina SE, Msi.

Dalam sambutanya, Danrem Ritiauw menyampaikan, mudah mudahan dengan adanya walang balajar ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sekolah, khususnya anak -anak SD, dengan harapan mereka lebih semangat dalam belajar, walaupun berada di wilayah pegunungan dan juga belum ada sinyal hand phone," ujar Danrem seperi di kutif dari laman facebook ‘Penrem Binaiya’.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Kodam XVl/Pattimura, dalam hal ini Korem 151/Binaiya dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, sesuai amanah Undang-Undang Dasar 1945 serta meningkatkan rasa persaudaraan dan mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Apa pun kesulitan rakyat, maka sebisa mungkin TNI - AD akan membantu mencari jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi, biar terpencil di pegunungan, tapi harus pintar," ujar Danrem.

Pada kesempatan itu, Danrem Ritiauw juga menyerahkan bantuan berupa TV, tas sekolah, buku pelajaran, buku tulis dan bulpen untuk anak - anak sekolah yang turut disaksikan oleh warga setempat. (Qin)