MALUKUnews, Taniwel: Kepala Desa Lumahpelu, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB, Sefnath Kalaimena diduga lakukan pungutan liar (Pungli) terhadap uang raskin warga desa.

Pasalnya, untuk membayar raskin sebesar 15 kg per bulan harusnya warga membayar sebesar Rp. 30.000,- tetapi kades menagih sebesar Rp. 35.000,-.

Padahal sesuai keputusan Bupati SBB harga raskin perkilogram adalah Rp. 2.000,-.

"Kita disuruh bayar beras untuk 15 kg sebesar Rp. 35.000,-. Ya.. kita terpaksa bayar saja supaya bisa dapat jatah raskin," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada Malukunews.co Senin (17/02) di Desa Lumahpelu.

Sementara itu, Kades Lumahpelu S Kalaimena belum bisa dikonfirmasi menyangkut hal ini karena sementara melakukan aktivitas tugasnya sebagai PNS di Dinas Kehutanan dan Pertanian Kabupaten SBB di Piru. (MNC)