MALUKUnews, Ambon: Bentrok antara masyarakat dan Polisi di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, masih berlanjut hari ini, setelah Juamt, kemarin, kedua belah pihak berhadap-hadapan yang berujung pada pembakaran pos Lantas.

Sabtu, (04/10), pagi tadi, kedua belah pihak kembali lagi berhadap-hadapan namun kali ini dengan jumlah massa yang lebih besar. Insiden ini tercatat tiga orang warga tertembak.

Seperti dikutif dari Kompas.com, menyebutkan, tiga warga yang tertembak tersebut salah satunya dalam kondisi kritis dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula. Korban kritis tersebut diketahui bernama YR alias MR. Ia dirawat karena peluru bersarang di bagian dadanya.

“Ada tiga warga yang tertembak peluru. Saat ini mereka sedang dirawat intensif di RSUD Bula. Salah satunya dalam kondisi kritis,” ungkap seorang sumber seperti dikutif dari kompas.com.

Ketua Pemuda Bula, Moksen Alhamid, yang dihubungi dari Ambon mengatakan, bentrokan pecah saat warga berunjuk rasa di depan Mapolres Bula menuntut Kapolres Bula bertanggung jawab atas ulah sejumlah anggota polisi yang menganiaya salah seorang warga.

“Warga marah karena Kapolres tidak mau bertindak dan menemui masyarakat untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi,” ungkap Moksen.

Dalam unjuk rasa yang berujung bentrokan, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan dan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun, aksi itu dibalas dengan lemparan batu oleh masyarakat.

Akibat insiden itu, kondisi di Kota Bula mencekam dan hingga kini sejumlah warga masih mengepung Mapolres setempat. "Kita masih berusaha untuk meredam kondisi yang terjadi saat ini karena massa masih berada di Polres,” ujar Moksen.

Kapolres SBT AKBP Yugonarko, yang dihubungi berulang kali, belum bersedia memberikan keterangan terkait masalah tersebut. Begitu pula Kepala Bidang Humas Polda Maluku. (Qin)