MALUKUnews, Ambon: Pemkot Ambon mengancam akan menutup sejumlah tempat usaha yang tidak mengantongi izin termasuk saha Travel dan Koperasi Talavolas milik Bupati SBT Abdullah Vanath.

Ancaman itu dilontarkan Kepala Dispenda Kota Ambon, Jopie Silanno karena sejumlah pemilik tempat usaha seperti toko, swalayan, bank, koperasi maupun sejumlah tempat usaha lainnya yang beroperasi ternyata tak mengantongi sejumla izin. Hal itu diketahui saat inspeksi mendadak yang dilakukan pihak­nya dalam beberapa hari terakhir ini.

Silano mengaku, terhadap tempat usaha yang tidak dilengkapi dengan sejumlah per­izinan maka pemkot telah melayangkan su­rat peringatan pertama untuk segera meng­hadap guna mengurus perijinan mereka. Na­mun sampai dengan saat ini sejumlah pemilik tempat usaha justru tidak perduli dengan surat peringatan pemerintah.

“Pemkot Ambon akan mengeluarkan surat peringatan kedua kepada pemilik tempat usaha untuk segera melakukan pengurusan perizinan. Sejumlah tempat usaha termasuk Travel dan Koperasi Talavolas milik Bupati SBT Abdullah Vanath sudah disu­rati namun sampai saat ini belum juga menghadap sehi­ngga kita akan mengirimkan surat panggilan kedua kepada mereka,” ungkap Silanno.

Dikatakan, jika hingga surat panggilan ketiga dilayangkan ternyata pemilik tempat usa­ha tidak juga datang maka pem­kot akan mengambil lang­kah tegas terhadap mereka.

“Kami tidak main-main. Jika memang mereka tidak meng­indahkan panggilan maka Pemkot Ambon akan menutup tempat usaha tanpa kompromi karena memang tidak dikan­tongi oleh sejumlah perijinan,” kata Silanno, seperti ditulis Siwalima, beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan sebuah tem­pat usaha yang dimiliki oleh siapapun harus di lengkapi dengan perizinan. “Pemkot Ambon berkomitmen membe­ri­kan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat termasuk mempermudah perijinan namun di sesalkan banyak sekali pemilik tempat usaha ternyata ijinnya sudah masih bahkan ada yang tidak memi­liki izin sama sekali,” jelasnya.

Ditambahkan operasi pe­ner­tiban akan terus dilakukan hingga akhir tahun ini sehi­ngga dapat diketahui sejauh mana kewajiban dari pemilik tempat usaha.

Seperti yang diberitahkan sebelumnya Pemkot Ambon menemukan usaha travel dan koperasi milik Bupati SBT Abdulah Vanath yang berlo­kasi di Jalan Anthoni Rhe­book tidak memiliki izin usaha sebagaimana yang disya­ratkan. Kedua usaha tersebut yaitu Travel CV Talavolas dan Koperasi Talavolas.

Hal itu diketahui saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim penertiban terpadu Pemkot Ambon, di sejumlah tempat usaha, Selasa (18/11).

Saat tim penertiban yang terdiri dari Dispenda, Dispe­rindag, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Satpol PP mendatangi CV Talavolas ternyata, usaha travel atau biro perjalanan tersebut me­ngantongi Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Izin Reklame dan Pajak Bumi dan Bangu­nan (PBB). Begitu juga de­ngan Koperasi Talavolas ti­dak mengantongi izin yang sama. Kedua usaha tersebut hanya memiliki SIUP yang masih dalam masa waktu berlaku.

“Sesuai dengan aturan semua perusahaan atau jenis usaha apapun harus dileng­kapi dengan sejumah perizi­nan. Jika tidak maka peru­sahaan tersebut dianggap ilegal,” jelas Ketua Tim 2 Tim Penertiban Terpadu Pemkot Ambon, Herman Lawalata kepada Siwalima di Ambon, Selasa (18/11).

Menurutnya, pengece­kan dilakukan untuk mengetahui selama ini perusahaan atau tempat usaha memenuhi ke­wajiban mereka atau tidak kepada pemkot.

“Kami sesalkan kenapa selama ini banyak tempat usaha yang izinnya itu tidak ada atau memiliki izin tetapi sudah kadaluarsa, olehnya itu tempat usaha yang tidak berizin diberikan surat peri­ngatan untuk segera mengu­rusnya kalau tidak akan ditutup oleh peme­rintah,” ungkapnya.

Ditambahkan, perizinan yang harus dipenuhi oleh tempat usaha itu diantara­nya SITU, SIUP, TDP, HO, Izin Reklame, penggunaan air bawah tanah, pemadam kebakaran. (S5)