MALUKUnews.co, Bula: Kasus penghinaan yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupeten Seram Bagian Timur (SBT) Ridwan Malaka terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Syarif Makmur, telah diserahkan pada tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) SBT.

Perkara ini hanya menanti waktu sidang yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Dataran Hunimua.

Kasat Reskrim Polres SBT, Iptu La Belly, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan tersangka Ridwan Malik dan disertai barang bukti ke Kejaksaan setempat. Pasalnya, dari semua hasil penyelidikan terkait kasus penghinaan mantan Sekda meminta uang 100 juta kepada tersangka itu, telah dinyatakan lengkap atau P21.

"Jadi Jam 2:00 Wit tadi, kita sudah serahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. Penyerahan ini kemudian kita tunggu dari Jaksa menaikan untuk sidang." ucap La Belly kepada wartawan di depan ruang kerjanya Kamis, (17/06).

La Belly menjelaskan, sebelumnya masalah ini dilaporkan mantan Sekda SBT Syarif Makmur ke Polres setempat. Karena dirinya merasa dihina sekaligus nama baiknya sebagai pejabat publik dikotori. Kata La Belly, kasus ini tersangka bisa dikenakan pasal 310 dan pasal 311 yang diatur dalam KUHP.

Pasal 310 menyatakan, barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduh sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan. Atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah.

Sementara lanjut La Belly, pasal 311 berbunyi, barang siapa melakukan kejahatan atau menista dengan tulisan, dalam hal ini ia diizinkan untuk membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahui tidak benar, dihukum karena memfitnah dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.

"Saat ini perkaranya sudah P21 dan hasil koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dikenakan pasal 310, 311. Kemudian kemarin petunjuk JPU kita sandingkan dengan UU Pencemaran Nama Baik. Jadi kalau pasal 310 ancamannya 9 Bula. Pasal 311 ancamannya empat tahun penjara." ujar La Belly. (Sof)