MALUKUnews, Bula: Dalam Kunjungan Kerjanya di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar menghadiri Forum Diskusi Duduk Bacarita Kamtibmas, Jumat (07/08).

Giat yang di gelar di Cafe Sigafua ini dihadiri Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas, Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Andre Sukendar, Danyon Kabaresi Letkol Yoyok Wahyudin.

Selain itu hadir pula, Ketua Pengadilan, Kepala Kandepag, Ketua MUI, Ketua Klasis, sejumlah tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainnya.

Sementara ikut mendampingi Kapolda Maluku, diantaranya Karo OPS Polda Maluku, Dir Intelkam Polda Maluku, Dir Krimum Polda Maluku.

Mengawali sambutanya, Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, mengatakan, hari ini kita semua menghadiri forum diskusi Duduk Bacarita Kamtibmas dengan berbagai aktivitas. “ Berbagai tugas yang terbebani, namun pak Kapolda masih menyisihkan sebagian waktu untuk berkunjung ke Kabupaten SBT melihat secara langsung kondisi di kabupaten kita ini,” ujar Keliobas.

Bupati Keliobas, mengapresiasi jajaran kepolisian, terutama Polres SBT yang telah membantu Pemda SBT dalam rangka mensukseskan bebagai program yang dalam rangka penanganan Covid-19.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Baharudin Djafar, dalam sambutannya, mengatakan, program duduk bacarita Kamtibmas ini, selain berdiskusi guna menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat juga memiliki nilai kearifan lokal. “ Duduk Bacarita Kamtibmas ini harus terus ada di Kabupaten Seram Bagian Timur," kata Kapolda.

Lanjut Kapolda, ia ingin sampaikan pesan bapak Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dimana beliau sampaikan momentum pesta demokrasi Pilkada ini jadikan momentum bagaimana kita semua punya konsep-konsep memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

"Untuk penanganan Covid-19, cara untuk menyelesaikannya yang pertama adalah dampaknya yang kedua adalah pertumbuhan ekonomi dan yang ketiga adalah bakti bakti sosial yang kita jalankan. Maka saya sudah perintahkan Kapolres seluruh bakti bakti sosial yang datangnya dari pusat kah atau dari pemerintah daerah ini harus terbuka dalam penyalurannya jangan sampai di salah gunakan atau tidak tepat sasaran," kata Kapolda,” ujar Kapolda. (Red)