MALUKUnews, Bula: Puluhan warga di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), negamuk, karena KTP mereka dicatut mendukung Balon Perseorangan/Independen, Rohani Vanath - RamlyMahu (NINA-RAMA) untuk maju di Pilkada SBT 2020.

Puluhan warga ini ngamuk terhadap tim penghubung NINA-RAMA, karena diduga telah mencatut KTP mereka dalam daftar dukungan tanpa tanpa izin, Rabu (12/08).

Kasus pencatutan identitas KTP tersebut terkuak saat petugas KPU melakukan verifikasi faktual di lapangan, Selasa (11/08), kemarin.

Karena merasa dirugikan, puluhan warga ini kemudian mendatangi petugas KPU dan tim penghubung untuk mengklarifiaksi. Saat klarifikasi itulah kembali terjadi saling adu mulut antara puluhan warga itu dengan tim penghubung NINA-RAMA.

Aswan, salah satu warga di Kota Bula, mengatakan, dirinya tidak pernah meberikan dukungan KTP nya kepada pasangan NINA-RAMA. Jangankan KTP, nama pun beta seng pernah tulis di daftar dukungan salah satu tim manapun. “ Kok ini tiba-tiba ada yang datang lalu suruh katong kumpul untuk memberikan dukungan. Siapa yang seng marah. Ini namanya pencurian data abang, dan ini bisa di bilang kejahatan demokrasi,” ujar Aswan dengan nada kesal

Hal yang sama juga disampaikan Ferdiansyah. Ia juga sempat adu mulut dengan salah satu tim Paslon Perseorangan. Pasalnya ia merasa tak pernah memberikan dukungan KTP kepada pasangan calon perseorangan itu. “ Kenapa tiba-tiba nama beta ada dalam daftar dukungan mereka,” ujar Ferdiansyah.

Lanjut Ferdiansyah, ia merasa dirugikan atas masalah ini. Beta dan teman-teman lainnya akan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib. Persoalannya, ini sudah termasuk pelanggaran demokrasi. “ Maka untuk menjaga nama baik, katong akan laporkan masalah ini kepada Bawaslu dan Gakumdu,” ancam Ferdiansyah.

Filsan, salah satu warga Kota Bula, juga meluapkan kekesalannya, karena namanya juga ikut dicatut dalam daftar dukungan itu. Padahal dirinya mengaku tidak pernah ada orang datang ke rumahnya minta dukungan KTP maupun identitas lainnya untuk mendukung NINA-RAMA. “ Kalaupun ada yang datang ke rumah, pun pasti beta tolak, karena beta sudah mendukung calon yang lain,” kilah Filsan. (Red)